Polda Jatim Pecat 7 Anggotanya Selama 2021

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 16:20 WIB
Sepanjang 2021, Polda Jatim Rampungkan 24.721 Perkara
Kapolda Jatim (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Sepanjang 2021, Polda Jawa Timur telah memberhentikan Dengan Tidak Hormat (PTDH) 7 anggotanya. Ketujuh anggota ini diberhentikan karena terlibat penyalahgunaan narkoba hingga tindak pidana.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta mengatakan pihaknya akan menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam perkara. Namun, hal ini berlaku sebaliknya jika ada anggota yang berprestasi.

"Polda Jatim telah memberikan hukuman berat berupa PTDH terhadap tujuh personel. Kami melakukan reward and punishment. Karena kami melihat dan menyadari anggota yang baik harus diberi penghargaan, tapi anggota yang melanggar dilakukan pembinaan," kata Nico di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (31/12/2021).

Pemberhentian dengan tidak hormat pada anggota Polri di lingkup Polda Jatim ini mengalami kenaikan. Karena di tahun lalu, Nico menyebut tidak ada personal yang diberhentikan dengan tidak hormat.

Sementara sepanjang tahun 2021, ada 417 anggota Polri di jajaran Polda Jatim yang melakukan pelanggaran. Hal ini menunjukkan penurunan 23 persen dari tahun 2020, yang mana sebanyak 593 pelanggaran.

Nico merinci anggotanya yang menjalani hukuman pelanggaran kode etik Polri dan Pidana yakni 108 anggota melakukan perbuatan tercela, 107 melakukan permohonan maaf, 36 anggota tour of Duty, 10 anggota tour of area dan 8 orang dilakukan pembinaan ulang.

"Bidpropam Polda Jatim lebih mengedepankan upaya preventif untuk mencegah pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polda Jatim," tuturnya.

Di kesempatan ini, Nico mengatakan komitmennya demi Polri yang lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sedangkan untuk anggota yang berprestasi, Nico menyebut sebanyak 7.451 anggota Polda Jatim mengalami kenaikan pangkat, 3.288 anggota mendapatkan tanda kehormatan, 1.070 mendapat promosi jabatan, 1.234 anggota mendapat pengembangan pendidikan umum dan 278 anggota mendapat pengembangan pendidikan spesialisasi.

"Ini komitmen kami dalam memberikan reward and punishment. Begitu pula ketika ada anggota yang terlibat narkoba atau pidana akan kami tindak," pungkasnya. (hil/fat)