Kaleidoskop 2021

Cerita Tragis di Balik Bunuh Diri Novia Widyasari, Mulai Hamil Hingga Aborsi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 15:37 WIB
novia widyasari
Makam Novia Widyasari (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Makam Umum Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko menjadi saksi bisu kematian Novia Widyasari Rahayu (23). Novia Widyasari nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun di samping makam ayahnya pada Kamis (2/12).

Mahasiswi cantik itu pergi untuk selamanya membawa berbagai rahasia persoalan pelik yang dialami. Remah-remah petunjuk yang ditinggalkan akhirnya menyeret oknum polisi ke jeruji besi.

Novia dari keluarga yang tergolong mapan. Ayah dan ibunya, Erik Sadewo dan Fauzun Safaroh (44) adalah pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkot Mojokerto. Namun, Erik meninggal dunia sekitar 5 bulan yang lalu. Di mata tetangga, keluarga ini dikenal ramah, tapi tertutup.

Sepeninggal ayahnya, Novia serumah dengan ibu dan 2 adik perempuannya di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Mahasiswi semester akhir Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Brawijaya, Malang itu menjalin hubungan asmara dengan Bripda Randy Bagus, anggota Polres Pasuruan sejak Oktober 2019.

Tak disangka, Novia nekat melakukan perbuatan yang dilarang keras dalam ajaran agama mana pun. Gadis yang bercita-cita menjadi guru ini mengakhiri hidup dengan menenggak racun potasium di makam ayahnya pada Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB.

Gadis cantik ini meninggalkan cerita-cerita di medsos dan sejumlah sahabatnya. Curhatnya di medsos juga pernah ia sampaikan ke Pimpinan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Permata Law Kholil Askohar pada Jumat (5/11). Kala itu, Novia berniat meminta bantuan hukum untuk menuntut kekasihnya, Bripda Randy Bagus.

"Dia cerita panjang lebar sambil menangis, dia ingin bunuh diri, tidak ada orang yang bisa dia sandari. Di rumah dia ditekan supaya dengan RB (Randy Bagus), dia cinta RB, tapi RB orangnya seperti itu, keluarganya seperti itu. Dia sudah dicekoki obat-obat itu, dia harus menggugurkan. Jadi, keluarganya (RB) sebenarnya juga ikut. Mungkin itu nanti tugasnya polisi," ujar Kholil kepada wartawan di kantornya, Griya Permata Ijen, Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (8/12/2021).