Okupansi Hotel di Jatim Malam Pergantian Tahun Diprediksi Meningkat hingga 80%

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 13:50 WIB
hotel di kawasan wisata Tretes, Prigen, Pasuruan
Hotel di Jatim (Foto: Icha/detikcom)
Surabaya - Saat malam tahun baru, banyak masyarakat di Jawa Timur memilih menginap di hotel. Khususnya di daerah destinasi wisata. Diprediksi minimal pada malam pergantian tahun ini mencapai 80%.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengaku malam ini okupansi hotel diprediksi meningkat. Meski tidak sampai semua hotel yang ada di Jatim full.

"Kita hitung kemarin belum full booking. Kebanyakan di hotel dekat destinasi wisata. Peningkatan pas tahun baru, minimal 80% untuk booking tanggal 31 ini," kata Dwi saat dihubungi detikcom, Jumat (31/12/2021).

Artinya, lanjut Dwi, PHRI Jatim memprediksi akan ada peningkatan okupansi sebesar 10-20% malam ini. Namun, tamu hotel kebanyakan datang langsung dibandingkan dengan booking.

"Sekarang ini di beberapa tempat, seperti Pasuruan, Malang, Batu dan itu lebih banyak datang langsung. Yang besar justru grup, mice, travel. Tapi ini lebih banyak orang mendadak datang langsung," jelasnya.

Dwi mengungkapkan, tanggal 20-an Desember justru terdapat penurunan okupansi. Terutama daerah destinasi wisata, ada penurunan jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Setelah tanggal 24 Desember saat Natal, pada tanggal 22-24 terus naik sampai penuh di akhir tahun. Ini menurun tanggal 20-an di Malang, Batu," ujarnya.

Rata-rata okupansi hotel di Jatim saat Natal 60%. Tahun sebelum-sebelumnya bisa mencapai 90%, terutama setelah Natal. Menurutnya, penurunan ini dikarenakan PPKM yang sebelumnya akan diterapkan namun batal.

"Saya pikir mungkin karena dulu mau PPKM terus batal, mereka semua banyak berlibur dulu sebelum tanggal itu. Jadi pas tanggal itu (24 Desember ke atas), orang cenderung menunggu, ada kekhawatiran, ada aturan lagi yang nanti berubah lagi disaat mau tahun baru. Itu yang dikhawatirkan selain cuaca," pungkasnya. (fat/fat)