142 Ribu Ton Komoditas Pertanian Jatim Senilai Rp 2,71 T Diekspor ke 29 Negara

Suparno - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 12:40 WIB
karantina pertanian jatim
Ada 255 kontainer yang mengangkut produk ekspor pertanian Jatim (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Badan Karantina Pertanian Jatim mengekspor ratusan komoditas pertanian dengan total 142 ribu ton. Total nilai komoditas yang di ekspor mencapai Rp 2,71 triliun.

Peluncuran ekspor dilakukan oleh Waka Polda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo dan Kepala Badan Karantina Jatim Musyaffak Fauzi.

Slamet mengatakan ekspor ini merupakan gambaran bagaimana Jatim yang dalam situasi pandemi namun masih berkomitmen menghidupkan dan menjaga pertanian. Slamet berharap ekspor produk pertaian Jatim ini nantinya diikuti petani dan masyarakat Jatim lain demi memberikan kontribusi bangsa serta nilai ekspor memberi nilai positif bagi Indonesia

"Pandemi ini menjadi tantangan suksesnya pertanian demi meningkatkan ekspor sehingga semakin meningkatkan dan kesejahteraan masyarakat Jatim," kata Slamet usai peluncuran ekspor, Jumat (31/12/2021).

Sementara Musyaffak Fauzi mengatakan Kementerian Pertanian terus berupaya menguatkan aktivitas produksi (on farm) maupun aktivitas pasca produksi (off farm) dengan berbagai cara. Di antaranya dengan mendorong pengusaha dan eksportir agar melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat atau biasa kita sebut Gratieks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor).

Musyaffak mengatakan bahwa ekspor merupakan salah satu mekanisme untuk menyeimbangkan neraca perdagangan. Ekspor dapat mendongkrak kesejahteraan petani. Kesejahteraan petani inilah yang terus menerus diperjuangkan oleh Kementerian Pertanian.

"Pada kesempatan kali ini, Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan 'Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021' yang dilakukan serempak di 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap keberhasilan capaian kinerja Kementerian Pertanian dalam meningkatkan ekspor sektor Pertanian sebesar 4,03 % (menurut data BPS). Sementara itu di Jatim total nilai komoditas yang diekspor mencapai 142 ribu ton senilaiRp 2,71 triliun," kata Musyaffak.

Musyaffak menjelaskan, Jatim merupakan daerah yang memiliki kontribusi ekspor terbesar dibanding provinsi lainnya di Indonesia. Berdasarkan data I-QFast Badan Karantina Pertanian, yang melalui Karantina Pertanian Surabaya menunjukan nilai ekspor pada tahun 2021 (sampai dengan November) sebesar 33,96 triliun rupiah (rata rata per bulan 3,09 triliun rupiah) dengan diversifikasi produk rata - rata per bulan 220 jenis, frekuensi pengiriman sebanyak 4.886 kali, serta tersebar di 118 negara tujuan ekspor.

Pada gebyar ekspor kali ini, nilai ekspor nasional pada 34 Provinsi di Indonesia selama 15 hari yaitu mulai tanggal 16 s.d 30 Desember 2021 mencapai 1.368.863 ton dengan nilai 14.43 triliun rupiah. Pada periode yang sama Jatim memberikan kontribusi paling besar mencapai 142.275 ton dengan nilai 2,71 triliun rupiah, yang meliputi komoditas hewan menyumbang 267 miliar serta komoditas tumbuhan menyumbang 2,45 triliun, dengan 89 negara tujuan ekspor.

"Lebih dari 2,71 triliun rupiah dalam 15 hari tentunya ini bukan jumlah yang kecil bagi perekonomian Jawa Timur. Dengan sinergitas yang baik antar stakeholder saya yakin bahwa ekspor tersebut dapat ditingkatkan kembali, mengingat banyak sekali potensi pertanian di Jawa Timur yang bernilai ekonomi tinggi misalnya Sarang Burung Walet, Porang, Kopi, Tembakau, Tanaman hias dan lain sebagainya," jelas Musyaffak.

"Ekspor kita hari ini yang berangkat 255 kontainer. Di antaranya 5 kontainer yang ada di hadapan kita hanya sebagai display saja, tetapi yang akan berangkat sebanyak 255 kontainer dengan volume 5.063 Ton dengan nilai ekspornya Rp. 125,89 M dengan 29 negara tujuan," tandas Musyaffak. (iwd/iwd)