Potensi Wisata Sumber Gempong Mojokerto Terus Dikembangkan

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 27 Des 2021 15:20 WIB
Potensi Wisata Sumber Gempong Mojokerto dan Beri Pelatihan Warga
Foto: Istimewa (Dok Ubaya)
Surabaya - Universitas Surabaya (Ubaya) membangkitkan potensi wisata dan ekonomi warga di Jatim. Seperti memberikan pelatihan dan pengembangan produk unggulan dari program Matching Fund 2021 di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Mojokerto.

Pelatihan yang diberikan seperti mengelola produk unggulan, kesenian, sampai melatih anak-anak muda mengembangkan layanan di desa wisata. Ketua Pelaksana Matching Fund dan dosen program studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Ubaya Veny Megawati mengatakan, kegiatan ini berfokus pada pengembangan potensi desa wisata, khususnya Wisata Sawah Sumber Gempong.

Veny menyebut, jika potensi desa wisata ini cara memperluas destinasi wisata di Desa Ketapanrame. Selain itu juga dapat menunjukkan ke masyarakat, jika terdapat potensi wisata di Sumber Gempong.

"Kami membuat spot foto, pengadaan kostum, pengembangan budaya tari, pembuatan seragam hingga wisata di Desa Ketapanrame berkonsep edu tourism. Selain itu, kami juga membuat wisata berbasis pendidikan bernama Pojok Dolanan yang isinya adalah permainan-permainan tradisional untuk anak-anak. Selanjutnya, kami melakukan pengembangan budaya dan wisata," kata Veny, Senin (27/12/2021).

Selain itu, Ubaya juga memberikan pelatihan dan pembinaan kepada Warung Teteden di Wisata Sawah Sumber Gempong. Pelatihan yang diberikan mulai dari seleksi menu, pengembangan menu, dan alat saji warung yang memiliki ciri khas unik.

Pelatihan pembuatan konten video juga diberikan, agar desa memiliki media promosi yang menarik dan bagus bagi UMKM di Desa Ketapanrame. Ubaya juga memberi pelatihan kepada pelaku industri untuk mengembangkan pusat oleh-oleh mereka.

Pihaknya pun melihat potensi Desa Ketapanrame yang potensial, yaitu produk dari kopi dan langsung branding produk unggulan kopi bernama Kopi Banggoel. Mahasiswa Ubaya juga ikut terlibat memberikan pelatihan untuk pelaku usaha Kopi Banggoel agar produk yang dihasilkan lebih dikenal masyarakat luas.

"Jadi produk turunan dari Kopi Banggoel itu sendiri mulai dari kopi biji, kopi bubuk dan kopi yang dikemas dalam bentuk drip bag. Kami juga memberikan pelatihan barista, kemudian pelatihan pembuatan es krim," jelasnya.

Sementara di Wisata Sumber Gempong Desa Ketapanrame memiliki produk unggulan lain, yaitu berupa jajanan yang sudah berinovasi. Seperti arabica cookies, rangin cookies, nastar kelapa dan kaskara (teh buah kopi). Ubaya juga membantu mengembangkan home stay dan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu untuk membuat produk dekorasi rumah.

"Kami berharap Sumber Gempong Desa Ketapanrame bisa menjadi sustainable tourism dan community based tourism. Oleh karena itu, sebuah tempat wisata tidak bisa kalau diam saja. Warga harus ikut berbenah, inovasi harus terus dilakukan, perbaikan-perbaikan dan konsistensi juga tetap dilakukan. Harapannya destinasi wisata ini bisa berlangsung jangka panjang," pungkasnya. (fat/fat)