Malang Jadi Pilot Project Teknologi Pengeringan Lumpur Limbah Domestik

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 17:25 WIB
Malang Jadi Pilot Project Pengembangan Teknologi Pengeringan Lumpur Limbah Domestik
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Kota Malang menjadi pilot project pengembangan teknologi pengeringan lumpur limbah domestik. Program ini bisa berjalan dari kerjasama USAID IUWASH Plus dengan Bappenas dan Kementerian PUPR.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Malang, Mulyono mengatakan, untuk mewujudkan sanitasi yang layak merupakan tantangan besar bagi kota yang penduduknya berada di perkampungan yang sulit diakses. Khususnya yang tinggal di bantaran sungai.

"Opsi yang saat ini disampaikan merupakan terobosan baru dan yang sangat bagus. Terima kasih sudah di ujicobakan di Kota Malang, sehingga bisa mendorong PHBS masyarakat," ujar Mulyono saat peluncuran, Kamis (16/12/2021).

Menurut Mulyono, saat ini Kota Malang telah memiliki 88 unit Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) untuk skala pemukiman yang masing-masing melayani 50 hingga 75 rumah tangga.

Unit SPALD-T ini rata-rata sudah dibangun di atas 5 tahun yang tentunya memerlukan penyedotan. Namun, banyak SPALD-T yang tidak memiliki akses jalan masuknya truk penyedot.

Tantangan inilah yang mendorong USAID IUWASH Plus bersama PT ITS Techno, Pemkot Malang, dan Pemkab Gresik untuk mengembangkan teknologi terapan dan uji coba dengan mengembangkan dua model, yaitu stasioner dan mobile.

"Kalau ini berhasil tentu manfaatnya besar sekali dan bisa diaplikasikan, direplikasi di daerah lain. Salah satu yang dipesankan pak wali, mohon sosialisasi dikuatkan sehingga tidak muncul penolakan," pungkas Mulyono.

Sementara itu Chief of Party USAID IUWASH Plus, Bill Parente menambahkan, bahwa penyediaan akses air minum dan sanitasi telah diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target 100 persen akses air minum layak, termasuk 15 persen akses air minum aman.

"Rencana lima tahunan tersebut juga menargetkan 90 persen akses sanitasi layak, termasuk 15 persen akses sanitasi aman. Target ini sejalan dengan tujuan sustainable development goals, khususnya tujuan keenam, yaitu semua penduduk diharapkan sudah memiliki akses air minum dan sanitasi yang aman di tahun 2030," imbuh Bill Parent.

"Untuk Kota Malang dikembangkan, satu unit mobile dewatering, dua unit stasioner dewatering, dan satu unit revitalisasi dewatering existing. Kedua model telah diuji coba oleh UPTD Kota Malang pada daerah yang sulit dijangkau armada truk penyedot tinja dan proses ini berjalan dengan baik," sambungnya.

(fat/fat)