Murwakala Tandai Pemindahan Prasasti Kamulan ke Trenggalek

Murwakala Tandai Pemindahan Prasasti Kamulan ke Trenggalek

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 27 Des 2021 11:08 WIB
Pemkab Trenggalek menggelar ruwatan atau murwakala untuk menandai pemindahan Prasasti Kamulan dari Museum Tulungagung. Prasasti Kamulan merupakan penanda Hari Jadi Trenggalek.
Prasasti Kamulan yang merupakan penanda Hari Jadi Trenggalek/Foto: Istimewa
Trenggalek - Pemkab Trenggalek menggelar ruwatan atau murwakala untuk menandai pemindahan Prasasti Kamulan dari Museum Tulungagung. Prasasti Kamulan merupakan penanda Hari Jadi Trenggalek.

Upacara adat ruwatan digelar melalui pagelaran wayang kulit di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek. Pemerintah daerah berharap pemindahan prasasti menjadi spirit baru bagi seluruh komponen untuk lebih memajukan Trenggalek.

"Murwakala ini adalah salah satu tradisi masyarakat Jawa, harapannya kita bisa menyingkirkan hal-hal yang buruk," kata Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohammad Natanegara, Senin (27/12/2021).

Menurutnya, pemindahan Prasasti Kamulan dilakukan setelah pihaknya berkomunikasi langsung dengan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Dalam proses itu, Syah mengaku, Bupati Tulungagung legawa jika prasasti itu diboyong ke Trenggalek.

"Alhamdulillah berkat kebesaran hati Pak Bupati dan pejabat yang ada di Kabupaten Tulungagung, kami yang ada di Kabupaten Trenggalek ini diberi kesempatan untuk merawat dan memelihara (Prasasti Kamulan)," ujarnya.

Prasasti yang telah berada di Kabupaten Tulungagung sejak era penjajahan Belanda itu dipindahkan dari Museum Daerah Tulungagung pada Kamis (16/12/2021). Kini tetenger berdirinya Trenggalek itu diletakkan pada tempat khusus di area Pendapa Manggala Praja Nugraha.

Wabup Syah berharap penempatan prasasti di lingkungan pendapa bisa menjadi sarana edukasi bagi para pelajar, maupun masyarakat umum. Pihaknya berkomitmen akan melestarikan dan menjaga aset BPCB Jawa Timur itu.

"Ini adalah bagian dari perjalanan panjang Trenggalek," jelas Syah.

Sebelumnya, Koordinator BPCB Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi mengatakan, Prasasti Kamulan sejak zaman kolonial Belanda berada di wilayah Tulungagung dan dikumpulkan dengan puluhan prasasti maupun benda cagar budaya lainnya yang belum terawat.

Sebelum 1996, prasasti tersebut disimpan di lingkungan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung. Kemudian setelah itu dipindahkan ke bangunan baru Museum Daerah Tulungagung.