Sambil Keliling Gereja, Bupati Ipuk Ucapkan Selamat Natal ke Umat Kristiani

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 25 Des 2021 17:23 WIB
Forkopimda Banyuwangi meninjau misa Natal. Salah satunya di Gereja Katolik Maria Ratu Damai, Jalan Jaksa Agung Suprapto. Protokol kesehatan (prokes) dalam misa Natal diperketat.
Forkopimda Banyuwangi meninjau misa Natal/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Forkopimda Banyuwangi meninjau misa Natal. Salah satunya di Gereja Katolik Maria Ratu Damai, Jalan Jaksa Agung Suprapto. Protokol kesehatan (prokes) dalam misa Natal diperketat.

"Selamat merayakan Natal untuk seluruh warga yang merayakan. Pemerintah daerah ikut berbahagia dengan datangnya hari besar semua umat beragama, termasuk Natal. Forkopimda Banyuwangi selalu bekerja membantu mempersiapkan peringatan hari besar keagamaan agar acara berjalan lancar," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (25/12/2021).

Tampak hadir Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Kav Eko Julianto Ramadan, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi Letkol Laut (P) Anshori, dan perwakilan Kejaksaan Negeri. Mereka melakukan pemantauan langsung ke gereja.

"Kami melihat situasi beberapa gereja, memastikan semuanya baik, aman, juga yang pasti disiplin protokol kesehatan," ujarnya.

Selain dari sisi pengamanan, Ipuk juga mengapresiasi pelaksanaan prokes di gereja. Tidak hanya menyediakan aplikasi PeduliLindungi, panitia juga menyiapkan thermo gun, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer.

"Kursi di dalam gereja juga berjarak. Saat pelaksanaan misa Natal, kapasitas jemaat dibatasi sebanyak 50 persen dari kapasitas normal gereja," kata dia.

Di Gereja Katolik Maria Ratu Damai tersebut, Bupati Ipuk disuguhi pemandangan menarik. Aneka hiasan dan ornamen khas Natal di gereja tersebut terbuat dari berbagai macam bahan kebutuhan pokok.

"Menarik sekali. Setelah perayaan Natal selesai, bahan pokok itu akan disalurkan kepada yang membutuhkan. Ini sejalan dengan semangat Forkopimda, yaitu gotong royong membantu sesama," ujar Ipuk.

Pastur Kepala Gereja Katolik Maria Ratu Damai, Bernardus Winuryanto mengatakan, pemanfaatan bahan kebutuhan pokok sebagai bahan pembuatan ornamen Natal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menciptakan persaudaraan yang paling nyata.

"Tema Natal tahun ini 'Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan'. Setelah rangkaian peringatan Natal selesai, bahan pokok ini dibagikan kepada warga yang memang membutuhkan, tidak dibatasi hanya untuk umat Kristiani," urainya.