Ibu Gugat Anak yang Jual Sawah Keluarga: Kaget SHM Nama Pak Kades

Sugeng Harianto - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 20:33 WIB
Ibu gugat anak
Dainem, ibu di Madiun yang gugat anaknya (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Ibu di Madiun kaget karena kepemilikan sawahnya tiba-tiba berganti menjadi nama orang lain. Ternyata, sawah milik keluarga ini dijual si anak tanpa sepengetahuannya. Dia pun terpaksa menggugat anak kandungnya.

Ibu tersebut yakni Dainem (66), warga Desa/Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Dainem menggugat anaknya, Budi Santoso (40).

Dainem kaget karena status sawahnya yang semula letter C, menjadi SHM atas nama Yudo Prasetyo, Kepala Desa Prambon kecamatan Dagangan.

"Njih kaget (ya kaget) surat Letter C, malih (berubah) sertifikat. SHM atas nama Pak Yudo, kades Prambon," ujar Dainem kepada wartawan Kamis (23/12/2021).

Sementara anak kedua Dainem, Wuryandari mengatakan dia telah mendampingi ibunya mendatangi kantor Desa Prambon, namun selalu dipersulit untuk bertemu kades. Dari pengakuan perangkat desa, sebidang sawah seluas 2.926 meter persegi itu telah dibeli secara lunas oleh Yudo seharga Rp 250 juta.

"Waktu kita ke kantor Desa Prambon dipersulit untuk bertemu Kades. Saya ingin klarifikasi katanya sawah dijual oleh adik saya Rp 250 juta. Katanya dibaayar dua kali tahun 2015 itu Rp 100 juta dan tahun 2017 Rp 150 juta. Kok bisa menjual sepihak tanpa tahu ibu. Akta jual beli siapa yang buat notarisnya," ucap Wuryandari.

Wuryandari mengaku heran kenapa pihak BPN bisa menerbitkan SHM tanah sawah atas nama Kades Prambon tanpa sepengetahuan pemilik sah. Wuryandari khawatir dokumen tersebut dipalsukan.

"Apa mungkin bisa jadi ada dokumen yang dipalsukan. Tapi permasalahan ini data sudah dibantu pengacara semoga bisa membantu permasalahan ini," jelas Wuryandari.

Sementara itu, diketahui Budi Santoso merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dirinya merupakan anak nomor dua dan anak pertama telah meninggal dunia. "Budi anak ketiga dan saya kedua. Anak pertama sudah almarhum. Saya tinggal bersama ibu di Desa Dagangan ini," pungkas Wuryandari. (iwd/iwd)