Eks Ratusan Karyawan PT Kertas Leces Probolinggo Tuntut Pesangon dan Hak-haknya

M Rofiq - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 11:20 WIB
Ratusan karyawan PT Kertas Leces Persero menggelar unjuk rasa di depan pabriknya. Aksi ini mempertanyakan hak pesangon yang belum dibayarkan
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Ratusan karyawan PT Kertas Leces Persero menggelar unjuk rasa di depan pabriknya. Aksi demo buruh ini mempertanyakan hak pesangon yang belum dibayarkan.

Tak hanya pesangon, para pendemo mengaku gaji sebesar Rp 1.040.000 per bulan selama 2 tahun 7 bulan, juga belum dibayarkan pihak pabrik.

Ratusan karyawan PT Kertas Leces melakukan orasi hingga bernyanyi bersama di depan pintu masuk pabrik milik BUMN. Aksi sempat membuat jalur selatan Probolinggo menuju Lumajang mengalami kemacetan panjang.

Korlap aksi, Mohamad Arham mengatakan demo ini aksi tagih janji pesangon dan hak-haknya yang belum terbayarkan.

Arham mengatakan pihak manajemen pernah berjanji seluruh pesangon dan gaji akan dibayar setelah pabrik telah terjual melalui lelang oleh KPKNL atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang Jember. Dia berharap suara para buruh bisa terdengar oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Namun, ketika lelang telah terjadi, janji hanyalah tinggal janji. Baik gaji hingga pesangon pun tak kunjung dibayarkan. Untuk itu, Arham menegaskan ratusan karyawan akan terus melakukan demonstrasi hingga hak buruh dibayar.

"Demo ini sudah sering dilakukan, dan hari ini kami melakukan aksi demo lagi, karena pabrik sudah laku terjual dalam lelang di Jember, katanya nunggu pabrik laku, pesangon dan hak buruh mau dibayar, hingga saat ini belum ada, kami akan terus melakukan aksi demo, sampai uang pesangon dan gaji terbayar, tolong pak Erick Tohir, Menteri BUMN, tolong dengar suara dan nasib kami," kata Arham kepada detikcom, Kamis (23/12/2021).

Sementara karyawan PT Kertas Leces, Saidah (52) mengaku sudah 31 tahun bekerja di pabrik pengolahan kertas ini. Namun sejak tahun 2015 hingga 2021, atau tepatnya selama 27 bulan, dia tidak digaji.