Buruh di Jatim Ingin UMP Dinaikkan Seperti Jakarta

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 15:53 WIB
demo buruh di surabaya
Pertemuan perwakilan buruh dengan anggota DPRD Surabaya (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Ratusan buruh asal Jatim yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim kembali menggelar aksi demonstrasi. Kali ini, buruh melakukan demonstrasi di Kantor DPRD Jatim.

Ratusan buruh itu menuntut Gubernur Jatim merevisi UMP Tahun 2022 dan UMK untuk 38 Kabupaten/Kota Tahun 2022. Buruh sempat menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berani merevisi UMP dan menaikkan angkanya.

"Kita baru saja mengetahui, bahwa Gubernur DKI Jakarta berani mengikuti keputusan Mahkamah Konstitusi, dengan merevisi UMP. Sekarang, UMP Jakarta direvisi, dan angkanya naik lebih layak," kata Jubir FSPMI Jatim, Nurudin Hidayat di lokasi, Rabu (22/12).

demo buruh di surabayaFoto: Faiq Azmi

Udin sapaan akrabnya, meminta kepala daerah agar mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi nomor 91/PUU-XVIII/2020. Di mana, keputusan itu menyatakan UU nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat dan tidak boleh menjadi dasar penyusunan UMP serta UMK tahun 2022.

Udin menyebut buruh meminta kenaikan upah minimum tahun 2022 naik sebesar 7,05 persen. Angka itu sesuai dengan data BPS Jatim yang mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 7,05 persen pada triwulan II tahun 2021.

Udin menambahkan pemerintah jangan menggunakan UU Ciptaker dalam memutuskan kebijakan, khususnya terkait kebijakan upah minimum.

demo buruh di surabayaFoto: Faiq Azmi

"Kita ingin Pemprov Jatim patuh terhadap Putusan MK tersebut, kami juga meminta kepada DPRD Jatim melaksanakan fungsi pengawasan untuk mengontrol pelaksanaan peraturan undang-undang dan kebijakan dari Pemprov," tandasnya.

Pantauan detikcom di lokasi, buruh yang hadir berkisar 300-400 orang. Mereka silih berganti menyampaikan tuntutannya melalui mobil komando. Akibat aksi demonstrasi ini, lalu lintas di kawasan Jalan Indrapura sedikit mengalami kemacetan, karena para buruh yang melakukan aksi menutup setengah akses jalan. (iwd/iwd)