Ada 5.000 Lebih Kasus Cerai di Surabaya, Didominasi Pertengkaran Suami-Istri

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 16:25 WIB
ilustrasi cerai
Foto: iStock
Surabaya - Selama Januari hingga November 2021, tercatat ada 5.198 kasus perceraian di Kota Surabaya. Perceraian ini rerata terjadi pada masyarakat berusia produktif.

Kepala Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Samarul Falah merinci dari 5.198 kasus perceraian, ada 1.501 kasus cerai talak atau perceraian yang diajukan dari pihak pria. Sedangkan, 3.697 kasus merupakan cerai gugat atau perceraian yang diajukan dari pihak wanita.

Samarul mengungkapkan, pemohon dan termohon cerai talak serta gugat di PA Surabaya didominasi pasangan yang masih berusia produktif. Berkisar mulai 20 hingga 30 tahun.

"Untuk pria, (Didominasi) usia 25 sampai 40-an. Kalau perempuan, usia 20 sampai 30 tahun," ungkapnya, Rabu (22/12/2021).

Menurut Samarul, ada beragam alasan yang melatarbelakangi terjadinya perceraian. Mulai dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), ekonomi, judi, hingga poligami. Apalagi, selama pandemi COVID-19, Samarul menyebut perceraian karena faktor ekonomi cukup besar.

"Memang, selama pandemi COVID-19, ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang melandasi (terjadinya perceraian)," tambahnya.

Kendati demikian, jumlah perceraian menurun dibanding tahun 2020. Meski begitu, ia mewanti-wanti pada pasangan suami istri yang hendak bercerai, agar memikirkan lebih matang dan menimbang konsekuensi yang bakal dihadapi.

"Iya, ada penurunan," tambah Samarul.

Berdasarkan data dari PA Surabaya, pada tahun 2020 ada 6.221 pengajuan perceraian dan sebanyak 5.329 sudah diputus majelis hakim. Lalu, di tahun 2021, mengalami penurunan yakni 5.687 laporan diterima dan 5.198 telah diputus.

Di kesempatan ini, Samarul menambahkan pihaknya bersama Pemkot Surabaya juga melakukan konseling pada pasangan yang akan menikah. Hal ini diharapkan mampu menekan angka perceraian.

"Konseling bukan berarti melarang orang untuk melakukan pernikahan. Tapi, memberikan pemahaman secara mental dan pengetahuan terhadap kewajiban dan lain sebagainya terkait suami istri," tuturnya. (hil/fat)