Arumi Bachsin Sebut Kehebatan Ibu-ibu Diuji Selama Pandemi

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 22 Des 2021 13:42 WIB
Hari ini merupakan Hari Ibu. Arumi Bachsin menyebut, masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan besar bagi ibu-ibu.
Arumi Bachsin bersama anak-anaknya/Foto: Istimewa (instagram Arumi Bachsin)
Surabaya - Hari ini merupakan Hari Ibu. Arumi Bachsin menyebut, masa pandemi COVID-19 menjadi tantangan besar bagi ibu-ibu.

Terlebih bagi ibu-ibu yang memiliki anak di usia sekolah. Seorang ibu dituntut berperan aktif agar anaknya tidak mengalami loss learning selama penerapan belajar daring.

"Pendidikan basic ke anak-anak, mungkin kalau saya relate-nya anak-anak masih kecil. Awal-awal SD diajarkan pendidikan moral, sopan santun. Itu tempat berlatih yang paling bagus ketika bersosialisasi bareng orang-orang secara langsung. Kita ngajarin ke orang yang lebih tua harus salim, tapi karena pandemi nggak bisa praktik, nah itu tantangan," kata Arumi yang saat ini memiliki 2 anak, saat dihubungi detikcom, Rabu (22/12/2021).

Arumi merupakan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur. Sebab ia merupakan istri dari Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Menurut Arumi, selama pandemi COVID-19, hampir semua aktivitas dialihkan ke daring. Seperti bekerja hingga sekolah. Ibu-ibu akan kesulitan menyeimbangkan penggunaan gadget bagi anak-anak.

"Tapi kalau masa pandemi susah diterapkan. Sekolah saja pakai gadget. Godaan para ibu yang bekerja, terutama memperbolehkan anaknya main gadget itu tinggi banget. Karena kita butuh tempat dan moment kerja sendiri, karena kondisi kerja dan anak sama-sama di rumah. Meski sama-sama di rumahnya, tapi stressfull bagi para ibu," jelasnya.

Arumi mengajak semua ibu untuk semangat dalam beradaptasi di semua kondisi. Dengan terus belajar dan menambah wawasan.

"Karena setiap rumah tangga berbeda-beda. Situasinya beda-beda, keadaannya juga berbeda-beda. Di luar sana juga banyak banget informasi yang memberikan solusi untuk situasi berbeda. Kita sebagai ibu juga banyak cari bahan, cari ilmu yang bisa kita terapin di dalam keluarga," ujarnya. (sun/bdh)