Saat Nataru, yang Menyeberang ke Ketapang Wajib Sudah Vaksin Dosis 2

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 20 Des 2021 01:14 WIB
Polda Jatim menyiapkan skema pengamanan perayaaan Nataru. Bersama Forkopimda Jatim, Polda akan mencegah kerumunan dan potensi penularan COVID-19 termasuk varian Omicron.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta/Foto: Ardian Fanani/detikcom
Banyuwangi - Pada momen Nataru, ada pengetatan di Pelabuhan Ketapang. Yang mau menyeberang ke Ketapang wajib sudah menjalani vaksinasi dosis kedua.

"Ayo rek kabeh vaksin keloro," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada detikcom saat kunjungan di Banyuwangi, Minggu (19/12/2021).

Posko penjagaan juga akan didirikan di titik-titik yang akan ditentukan. Di posko itu, Polri dan TNI bersama Satgas COVID-19 Kabupaten akan melakukan proses screening secara ketat. Apabila ditemukan penumpang yang belum vaksinasi COVID-19, maka akan langsung divaksin di tempat.

"Di Banyuwangi akan dibentuk posko yang akan menjalankan operasi yustisi secara random. Bagi yang belum vaksin akan langsung divaksin di tempat," imbuh Nico.

Selain vaksinasi, syarat yang harus disertakan untuk menyeberang yakni keterangan bebas COVID-19 yang berlaku 1 x 24 jam. Baik berupa rapid antigen atau surat kesehatan lainnya sesuai kebijakan Satgas COVID-19.

"Semua pelaku perjalanan diharapkan sudah vaksin dosis kedua. Membawa rapid test 1 x 24 jam bagi yang belum vaksin kedua," jelasnya.

Ia juga mewajibkan seluruh pelaku perjalanan mengutamakan aturan protokol 5M. Baik itu di atas kendaraan selama perjalanan, di atas kapal maupun saat singgah istirahat.

"Saya mohon juga kepada masyarakat aturan pakai masker dan peraturan lainnya hendaknya dipatuhi. Ini penting," ujarnya.

Agar penanganan COVID-19 bisa berjalan maksimal, dia meminta agar masyarakat tidak melakukan mobilitas berlebihan. Sebisa mungkin, perayaan Natal atau Tahun Baru dilakukan bersama keluarga di rumah saja.

"Saya minta dan mohon masyarakat sebisa mungkin tinggal di rumah saja. Karena varian baru Omicron sudah masuk. Penting bagi kita waspada. Seluruhnya di Jatim mulai dari RT wajib menerapkan protokol 5M," pungkasnya. (sun/bdh)