Kades di Nganjuk Juga Tega Peras Tukang Becak Demi Foya-foya

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 19 Des 2021 13:31 WIB
Seorang oknum Kepala Desa di Nganjuk harus berurusan dengan polisi. Kades Pandantoyo Kecamatan Kertosono bernama Khoirul Anwar telah menyamar menjadi polisi dan memeras para korban.
Pelaku pemerasan saat diperiksa polisi/Foto: Istimewa
Nganjuk - Demi foya-foya, Kepala Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Khoirul Anam menyamar menjadi polisi dan memeras tukang becak. Dalam aksinya ia mendapat uang Rp 4,5 juta.

Selain untuk foya-foya, Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson mengatakan, pelaku melakukan hal itu untuk membayar utang. Kini, ada total tujuh korban yang melapor ke polisi.

"Dari pengakuannya hasil uang untuk bayar hutang dan foya-foya. Kita amankan barang bukti juga dari pelaku yang Rp 4,5 juta. Korban yang melapor ada tujuh dan tidak tertutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum melapor," kata Boy kepada detikcom, Minggu (19/12/2021).

Boy menambahkan, salah satu korban oknum kades tersebut yakni tukang becak. Polisi akhirnya mengamankan Kades ini untuk dimintai pertanggungjawaban.

"Betul kita amankan oknum kades pada Rabu (15/12) lalu atas tindakan pemerasan menyamar jadi anggota Polisi. Inisial KA ya," ujarnya.

Saat memeras tukang becak, awalnya pelaku menuduh korban mencuri barang penumpangnya. Dia pun meminta uang ratusan ribu pada tukang becak agar kasusnya tidak diproses.

"Untuk korban tukang becak ini kasihan dituduh mencuri barang penumpangnya. Hingga memeras minta uang ratusan ribu," kata Boy.

Tak hanya tukang becak, korban Khoirul juga ada dari kalangan wirausahawan. Menurut Boy, pelaku berpura-pura menjadi polisi dan menghentikan warga dengan berbagai alasan. Misalnya saja menuduh warga mencuri ayam hingga membawa uang palsu.

Pelaku juga kerap meminta kartu identitas, uang, dan telepon seluler milik korban. "Para korban tersebut kemudian disuruh datang ke pos polisi terdekat, namun pelaku lantas kabur dengan membawa barang-barang korban. Ada pelaku yang dituduh memberi uang palsu saat jual-beli pasir, ada yang dituduh sebagai pelaku pencurian ayam, ada yang dihentikan di jalan untuk diperiksa KTP dan SIM," papar Boy.

Boy menyebut, total ada tujuh korban yang sudah melapor. Dia pun mengimbau jika ada masyarakat yang menjadi korban, agar segera lapor ke polisi.

"Saya sampaikan kepada masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan dengan mengaku-aku sebagai polisi diharapkan untuk dapat melapor ke Polres Nganjuk," pesan Boy.

Simak juga Video: Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Tasikmalaya Dicokot Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)