67 Preman yang 'Palak' Warga di Terminal-Pelabuhan Jatim Diamankan

Hilda Meilisa - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 13:28 WIB
polda jatim tangkap 67 preman
Polda Jatim tangkap 67 preman (Foto: Dok. Polda Jatim)
Surabaya -

Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk memberantas praktik premanisme. Menindaklanjuti hal ini, Polda Jatim menangkap puluhan preman yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di terminal hingga pelabuhan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan Ditreskrimum Polda Jatim telah mengamankan total 67 preman. Kesemuanya kini telah ditetapkan menjadi tersangka.

"Kami mengamankan 67 tersangka. Diamankan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Terminal Purabaya, pangkalan truk, atau bus di Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto," ujar Gatot saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (14/6/2021).

Gatot memaparkan modus operandi yang dilakukan para preman ini yakni meminta uang secara paksa atau pemalakan pada sopir bus dan truk. Selain itu, ada pula preman yang menjadi calo tiket bus dengan menaikkan harga tiket hingga 400 persen.

polda jatim tangkap 67 premanFoto: Dok. Polda Jatim

"Ada juga pemerasan kepada sopir-sopir yang melintas, ini menggunakan kekerasan," ungkap Gatot.

Tak hanya itu, agar aksinya tidak terlihat seperti pemalakan, para preman ini mencetak karcis palsu. Karcis ini juga mirip karcis parkir.

"Mereka cetak sendiri, kamuflase seakan akan legal. Itu termasuk pungli," ungkap Gatot.

Gatot menambahkan pihaknya tengah mendalami dan memantau para pemimpin preman ini. Gatot menegaskan jika pihaknya akan terus mengayomi masyarakat, dia juga mengimbau masyarakat tak usah takut untuk melapor.

Di kesempatan yang sama, Gatot menambahkan penangkapan preman ini tidak akan berhenti di 67 tersangka ini saja.

Sementara itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni senjata tajam jenis caluk, helm, jaket, uang Rp 9,597 juta, tiga mobil, satu sepeda motor, 69 bendel karcis pungli, tiga buku setoran, 10 ponsel, satu botol miras, dan satu kwitansi.

Atas perbuatannya, para preman ini dijerat Pasal 49 Jo Pasal 17 Perda Jatim Nomor 2 Tahun 2020 tentang perubahan atas Perda Jatim Nomor 1 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat. Ancamannya tiga bulan penjara atau denda Rp 50 juta.

(hil/iwd)