Warga 6 Dusun Terdampak Banjir Lahar Dingin Semeru Evakuasi Harta Bendanya

M Rofiq - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 11:41 WIB
pengungsi semeru membawa perabotan rumahnya
Warga mengungsikan barang-barangnya (Foto: M Rofiq/detikcom)
Lumajang - Dua dusun di lereng Gunung Semeru mengevakuasi harta bendanya. Mereka memindahkan perabotan menggunakan truk dan pikap ke rumah saudara dan posko bencana di lapangan Candipuro.

Ini dilakukan usai Awan Panas Guguran atau APG dan lahar dingin kembali menyembur dari Gunung Semeru, Kamis (16/12/2021). Selain itu, abu vulkanik merendam enam dusun di dua kecamatan, Lumajang.

Warga desa juga terlihat kompak dan saling bergantian membantu mengangkat barang tetangganya. Seperti perabotan rumah tangga, lemari dan tempat tidur. Tujuan pemindahan ini agar tidak rusak karena terendam air banjir lahar dingin yang membawa abu vulkanik.

Diketahui, selama 4 kali pascaerupsi Semeru, dusun tersebut selalu diterjang banjir lahar dingin.

Menurut Bagong, salah satu warga Dusun Kampung Renteng, selain banjir lahar dingin, saat hujan deras yang menerjang Kamis juga terjadi angin besar banyak atap rumah dan pohon tumbang.

Baca juga: Status Gunung Semeru Naik jadi Siaga, Ini Penyebabnya

"Hujan deras kemarin menyebabkan bajir lahar dingin, dan juga tiba-tiba ada angin kencang memporak-porandakan Kampung Renteng, banyak atap dan pohon tumbang. Dari pada rusak harta benda dan perabotan rumah tangga sering diterjang banjir lahar dingin dari Gunung Semeru, lebih baik dipindah ke lokasi aman," ujar Bagong, saat dikonfirmasi detikcom.

Sementara warga Dusun Bondeli Utara, Sugik mengaku banjir lahar dingin meluap ke pemukiman warga dan jalan, karena Sungai Besuk Kobokan sudah dangkal tertimbun abu vulkanik dari awan panas guguran.

Warga berharap pihak terkait bisa melakukan pengerukan dan membuat tanggul hingga jalur air di lintasan lahar, agar tidak meluap.

"Sungai Besuk Kobokan sudah dangkal tertimbun abu vulkanik dari awan panas yang sudah mengendap, jadi setiap hujan deras turun, air lahar dingin meluap ke pemukiman, lahan pertanian dan jalan-jalan, kami berharap pemerintah membuat tanggul dan arus lintasan air di sungai, agar tidak selalu diterjang banjir lahar dingin," harap Sugik.

Sementara pemerintah dan Basarnas, tak hanya melakukan pencarian korban erupsi Gunung Semeru yang belum ditemukan, namun mereka juga melakukan pengerukan abu vulkanik di Sungai Besuk Kobokan, untuk membuat lintasan air.

Simak Video 'Banjir Lahar Dingin Terjang Sejumlah Dusun di Lereng Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)