Status Gunung Semeru Naik jadi Siaga, Ini Penyebabnya

Nur Hadi Wicaksono - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 11:12 WIB
Kondisi Gunung semeru jumat 17 desember 2021
Kondisi terkini Gunung Semeru dinyatakan siaga (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikcom)
Lumajang - PVMBG menaikkan status Gunung Semeru dari level dua atau waspada menjadi level tiga atau siaga. Ternyata, ini penyebabnya.

Diketahui, kenaikan status ini dilakukan setelah Kamis (16/12), Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran atau APG sebanyak 3 kali yakni pukul 09.01 WIB, 09.30 WIB dan pukul 15.42 WIB dengan jarak luncur hingga 4,5 Km.

"Status Gunung Semeru naik dari waspada menjadi siaga. Karena kemarin APG turun sampai 4,5 sehingga PVMBG menaikkan statusnya menjadi siaga," ujar Kepala BPBD Lumajang, Indra Wibawa Leksana kepada detikcom Jumat (17/12/2021).

Indra pun mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari puncak Semeru. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, yakni di kawasan Besuk Kobokan sejauh 13 Km

Selain itu, Indra menyebut pihaknya mewaspadai potensi Awan Panas Guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru.

Baca juga: Video Ini Buktikan Abu Vulkanik Semeru di Dalam Tanah Masih Panas

"Petugas mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pada radius 5 Km dari puncak serta 13 Km di sektor tenggara kawasan Besuk Kobokan," pungkas Indra.

Sebelumnya Semeru kembali erupsi, Kamis (16/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meluncurkan Awan Panas Guguran atau APG yang cukup besar. Warga yang berada di dekat lokasi panik, mereka diperintah menjauh.

Warga yang berada di lokasi risiko bencana yakni di Dusun Umbulan, Curah Kobokan dan Dusun Kajar Kuning, Kecamatan Pronojiwo. Mereka dievakuasi petugas gabungan. Di lokasi, tampak awan panas cukup besar terlihat ke arah aliran lahar sungai Besuk Sat, mengarah ke Dusun Kamar Kajang dan Dusun Curah Kobokan.

Siang harinya lereng Gunung Semeru diterjang hujan deras selama 4 jam. Derasnya hujan membuat volume air di Sungai Besuk Kobokan terus meninggi. Akibatnya, sungai tidak kuat menampung banjir yang membawa material vulkanik dari Gunung Semeru hingga meluber ke pemukiman dan jalan desa.

Selain membawa material, banjir lahar dingin juga membawa batang pohon dan ranting. Hal ini membuat panik warga Dusun Bondeli.

Simak Video 'Banjir Lahar Dingin Terjang Sejumlah Dusun di Lereng Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)