Menparekraf Kenakan Busana Khas Lamongan, Seperti Apa Desainnya?

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 12:23 WIB
busana khas lamongan
Menparekraf Sandiaga Uno mengenakan Busana Khas Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekreaf) Sandiaga Uno membuat warga Lamongan bangga. Sang menteri mengenakan Busana Khas Lamongan (BKL) saat ngantor dan mengunggahnya ke akun media sosialnya.

Seperti apa Busana Khas Lamongan (BKL) yang dikenakan Sandiaga Uno ini?

Busana khas Lamongan yang dipakai oleh Sandiaga Uno adalah busana dengan warga dominan kuning yang dipadupadankan dengan batik singomengkok. BKL mulai diperkenalkan pada 2018 dan per 1 April 2021, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lamongan wajib mengenakan BKL ini setiap hari Kamis, di Minggu pertama setiap bulannya.

"Pada 2019, desain BKL baru dengan memasukkan nuansa Islam dalam elemen khasnya seperti desain kebaya, di mana kebaya dibuat hingga ke lutut dan tetap memasukkan motif batik Singomengkok di dalamnya," kata Kadisparbud Lamongan Siti Rubikah saat berbincang dengan wartawan, Rabu (15/12/2021).

busana khas lamonganFoto: Eko Sudjarwo

BKL, menurut Rubikah, juga merupakan perpaduan sejumlah budaya lokal, seperti pengaplikasian kowakan pada busana pria yang mengambil ciri khas busana adat tambal sewu di Desa Sambilan, Kecamatan Mantup. Selain itu, BKL ini juga dilengkapi aksesori bros untuk kebaya yang menggunakan model teratai berjuntai dengan motif gunungan yang ada di Sendang Dhuwur.

"Nuansa batik juga dihadirkan dalam BKL ini. Batik Singomengkok yang terinspirasi dari Gamelan Singomengkok Sunan Drajat pada udeng dan sembong pada busana pria serta jarit pada busana perempuan sebagai bagian dari pelestarian budaya masyarakat Lamongan di wilayah utara," jelasnya.

Menurut Rubikah, BKL secara resmi diperkenalkan pada 2019 silam dan sejak itu sudah dipakai dalam setiap undangan resmi acara Pemkab Lamongan, serta HUT Lamongan. Sementara, aturan untuk ASN agar memakai BKL sebagai pakaian dinas tersebut sudah ditetapkan oleh Bupati Lamongan.

"Sebagai bagian untuk mencintai budaya kita sendiri dan kebanggaan karena Lamongan memiliki busana khas sendiri," terangnya.

Rubikah menambahkan unggahan Menparekraf membuat bangga warga Lamongan. Pasalnya, BKL akan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. "Adalah sebuah kebanggaan, bahwa BKL yang telah ditetapkan secara resmi sejak 2018 telah tidak hanya dikenal di masyarakat Lamongan saja, tapi sudah menasional, ya seperti yang dipakai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ngantor," papar Rubikah

Ke depan, Rubikah menyebut, akan lebih mengenalkan BKL kepada masyarakat, tidak hanya busananya tapi juga makna dan sejarah yang ada dalam busana ini agar kian lestari.

"BKL akan semakin dikenal publik, baik busananya juga sejarah dan maknanya serta sebagai bagian untuk mencintai budaya kita sendiri dan kebanggaan karena Lamongan memiliki busana khas sendiri," pungkasnya. (iwd/iwd)