3 Pelaku Skimming di Banyuwangi Beraksi Lintas Propinsi di 16 Lokasi

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 15:01 WIB
kasus skimming dibongkar polresta banyuwangi
3 Orang diamankan dalam kasus skimming di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Modus pencurian mengganjal mesin ATM (skimming) dibongkar Polresta Banyuwangi. Tiga orang diamankan. Ketiga pelaku merupakan komplotan pembobol ATM lintas Provinsi.

Dari pengakuan para tersangka, mereka beroperasi di beberapa provinsi di Indonesia. Total sudah ada 16 TKP yang disasar dengan hasil pencurian mencapai ratusan juta rupiah.

"Ini sindikat lintas provinsi. Total ada 16 TKP yang sudah mereka garong," kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu kepada wartawan, Selasa (14/12/2021).

Nasrun merinci mereka beraksi di Nusa Tenggara Barat (2 TKP), Jawa Timur (1 TKP Jombang, 2 TKP Banyuwangi, 2 TKP Kota Malang, 1 TKP Kota Batu), Jawa Barat (4 TKP Bekasi, 3 TKP Bogor) dan DKI Jakarta (1 TKP Jakarta Utara).

kasus skimming dibongkar polresta banyuwangiFoto: Ardian Fanani

"Jadi sebagian besar di Jawa. Kemudian di NTB," tambah Nasrun.

Nasrun menambahkan polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah potongan gergaji besi, Satu buah obeng, Satu botol kecil lem merk dextone, Empat potongan plastik mika, 4 kartu ATM BRI, 1 kartu ATM BTN, 1 kartu ATM BNI, dan 1 kartu ATM Bank Mandiri," imbuhnya.

"Para pelaku tindak pidana pencurian modus ganjal mesin ATM dijerat dengan UU ITE dan KUHP sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat (2) jo pasal 36 UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE, atau pasal 363 KUHP atau pasal 378 KUHP," tutup Nasrun.

Modus pencurian mengganjal mesin ATM (skimming) dibongkar oleh Polresta Banyuwangi. Polisi menangkap menangkap tiga pelaku sindikat pencurian uang nasabah bank dengan modus ganjal mesin ATM.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan dua nasabah bank yang menjadi korban skimming. Uang yang mereka simpan di rekening bank tiba-tiba terkuras habis. Padahal, sebelumnya mereka tidak pernah melakukan transaksi tersebut.

Ketiganya ditangkap saat berada di Kota Malang. Ketiganya yakni FJS (28) dan CA (32) warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, dan AS (48) warga Kabupaten Bogor.

Modus yang digunakan sindikat ini cukup sederhana. Mereka hanya bermodalkan potongan plastik dari botol air mineral yang dibentuk segitiga dan segi empat untuk selanjutnya dimasukkan ke lubang mesin ATM. (iwd/iwd)