Sindikat Skimming ATM di Banyuwangi Dibongkar, 3 Orang Diamankan

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 14:49 WIB
kasus skimming dibongkar polresta banyuwangi
Kasus skimming di Banyuwangi dibongkar, 3 orang diamankan (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Modus pencurian di mesin ATM (skimming) dibongkar Polresta Banyuwangi. Polisi menangkap tiga pelaku sindikat pencurian uang nasabah bank dengan modus ganjal mesin ATM.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan kasus ini terungkap berawal dari laporan dua nasabah bank yang menjadi korban skimming. Uang yang mereka simpan di rekening bank tiba-tiba terkuras habis. Padahal, sebelumnya mereka tidak pernah melakukan transaksi tersebut.

"Setelah kita lakukan penyelidikan, ternyata mereka menjadi korban skimming," kata AKBP Nasrun Pasaribu, saat konferensi pers di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (14/12/2021).

Polisi langsung bergerak hingga akhirnya berhasil menangkap 3 pelaku. Ketiganya ditangkap saat berada di Kota Malang. Ketiga pelaku adalah FJS (28) dan CA (32) warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, dan AS (48) warga Kabupaten Bogor.

kasus skimming dibongkar polresta banyuwangiFoto: Ardian Fanani

"Sementara dua pelaku lainnya, saat ini masih buron dan kita tetapkan sebagai DPO," ungkap Nasrun.

Modus yang digunakan sindikat ini cukup sederhana. Mereka hanya bermodalkan potongan plastik dari botol air mineral yang dibentuk segitiga dan segi empat untuk selanjutnya dimasukkan ke lubang mesin ATM.

Tersangka FJ berperan memasang plat plastik yang sudah dilumuri lem di slot mesin ATM, sehingga ketika ada korban yang hendak mengambil uang seolah-olah ATM nya tertelan. Ia juga memasang stiker nomor data call center palsu.

"Saat korban kebingungan karena kartu ATM nya tertelan, tersangka AS dan CA yang sedari awal standbay di TKP, berpura-pura membantu korban dan mengarahkannya untuk menghubungi call center palsu," jelasnya.

Saat korban menghubungi kontak tersebut, pelaku lainnya yang saat ini masih DPO meminta sejumlah data milik korban. Mulai dari nama lengkap ibu, email, tempat tanggal lahir, hingga nomor handphone dan nomor pin rekening milik korban.

Saat korban meninggalkan mesin ATM, pelaku FJ kembali beraksi untuk mengambil kartu ATM korban. Bermodalkan pin yang sudah diperoleh komplotannya, ia langsung menguras habis uang yang ada di rekening tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka menggasak uang di rekening antara Rp 5 hingga Rp 15 juta.

"Jumlah yang dikuras Bervariasi. Korban mengaku dikuras uang di rekening via ATM," tandas Nasrun. (iwd/iwd)