Rasa Sesal di Hati Pak Bupati Jika Evakuasi Korban Erupsi Semeru Terganggu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Des 2021 21:44 WIB
gunung semeru usai erupsi
Lokasi terdampak erupsi Semeru/Foto: Istimewa (Dok Pemprov Jatim)
Surabaya - Erupsi Gunung Semeru tidak hanya menyentuh hati para dermawan dan relawan untuk datang membantu. Tapi juga merangsang mereka yang ingin sekadar foto-foto.

Seperti yang disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Ia menyampaikan, evakuasi korban erupsi Gunung Semeru butuh mobilitas yang tinggi.

Menurut Thoriq, terkadang ada yang datang untuk membantu, namun pada akhirnya mengganggu jalannya evakuasi. Itu yang tidak ia diharapkan.

"Yang ingin membantu tapi pada posisi mengganggu proses evakuasi, kami kok jadi berpikir 'kok jadi begini cara membantu kami'" kata Thoriq kepada detikcom, Senin (13/12/2021).

Thoriq kemudian mencontohkan salah satu aksi warga yang niatnya membantu, namun pada akhirnya mengganggu jalannya evakuasi. Yakni mereka yang beramai-ramai ke titik nol bencana, lalu sibuk foto-foto.

"Kalau misalnya membantu dengan bahan makanan, logistik yang lain, itu baik. Tapi kalau membantu sampai ke ujung tempat bencana, ke titik nol bencana, beramai-ramai, dengan banyak orang. Di titik bencana kemudian foto-foto, saya pada posisi 'jangan begitu lah'" imbuh Thoriq.

Sebelumnya, ia juga mengatakan, di lokasi ada banyak korban terdampak erupsi yang harus dijaga perasaannya. Terkesan kurang elok jika banyak warga datang ke lokasi erupsi hanya untuk berfoto-foto saja.

"Kita pada posisi mengambil langkah. Sebenarnya nggak perlu langkah-langkah ekstra asal masyarakat paham dan mengerti bahwa ada banyak masyarakat terdampak yang harus dipahami soal perasaannya," pungkas Thoriq.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12). Hingga saat itu, ada puluhan orang ditemukan meninggal. (sun/bdh)