Kesenian Rengganis Banyuwangi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 20:40 WIB
Kesenian Rengganis Banyuwangi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Foto: Istimewa (Dok Pemkab Banyuwangi)
Banyuwangi - Kesenian drama asli Banyuwangi, Rengganis ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Penetapan kesenian yang berkembang pada masa kerajaan Mataram Islam ini, sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya Jawa Timur.

Sertifikat penetapan Rengganis sebagai warisan budaya tak benda oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu diterima langsung oleh Kepala Bidang Produk Wisata Disbudpar Banyuwangi, Ir. Edy Mulyono dalam acara East Java Tourism Award 2021 di Hotel Grand Mercure, Malang, Jumat malam (10/12/2021).

Rengganis adalah kesenian drama tadisional yang berkembang di Banyuwangi, diperkirakan berasal dari Kerajaan Mataram Islam. Pertunjukan ini merupakan bentuk akulturasi dan kolaborasi dari gabungan beberapa jenis seniman seperti wayang orang, kethoprak, ludruk, janger/damarwulan, ande-ande lumut, gandrung dan lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, M.Y Bramuda mengatakan selama ini kebudayaan di Banyuwangi tidak hanya dimaknai sebagai penyelenggaraan acara kesenian saja, namun sekaligus juga berkaitan dengan sistem, gagasan dan karya dari suatu masyarakat.

"Oleh karenanya melestarikan kebudayaan adalah tanggung jawab bersama baik pemerintahan maupun masyarakat itu sendiri," ujarnya kepada detikcom.

Penetapan ini sebagai upaya Pemkab Banyuwangi agar kesenian ini tidak punah. Sebab, sudah jarang kesenian ini digelar di masyarakat.

"Pelestarian kebudayaan sangat penting di tengah keberagaman saat ini, keberagaman budaya ini jangan malah digeneralisasi tapi harus ditunjukkan keunikannya," tambahnya.

Maka dengan ditetapkannya Kesenian Rengganis yang sebagai warisan budaya tak benda, kami berharap kedepan kesenian Rengganis bisa kembali bergairah dan bisa berdampak bagi perekonomian masyarakat Banyuwangi," pungkasnya. (fat/fat)