Chairul Tanjung Bicara Tantangan Bangkitkan Perekonomian Indonesia

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 11 Des 2021 14:12 WIB
Chairul Tanjung Bicara Tantangan Bangkitkan Perekonomian Indonesia
Chairul Tanjung di webinar yang digelar Unusa (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya - Founder CT Corp Chairul Tanjung bicara soal ekonomi Indonesia di tengah perubahan. CT, sapaan akrabnya menyebut banyak peluang yang bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga NU atau Nahdliyin dalam meningkatkan perekonomian.

Hal ini diungkapkan CT saat menjadi narasumber dalam Seminar Menyongsong Abad ke-2 Masa Pengabdian Nahdlatul Ulama. CT mengatakan banyak hal yang tidak pasti saat menghadapi pandemi COVID-19.

"Pandemi COVID-19 membuat kondisi ekonomi dunia terpuruk. Apa yang terjadi di Indonesia? Ternyata Indonesia juga mengalami tekanan yang berat terkait COVID-19. Masalah pengangguran meningkat, kemiskinan meningkat, kredit macet dan lain-lain," kata CT dalam webinar yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (11/12/2021).

CT menambahkan pandemi COVID-19 ini juga berdampak pada peningkatan transaksi yang bersifat cashless. Hal ini dilihat dari meningkatnya transaksi melalui e-commerce.

Chairul Tanjung Bicara Tantangan Bangkitkan Perekonomian IndonesiaChairul Tanjung Bicara Tantangan Bangkitkan Perekonomian/ Foto: Hilda Meilisa Rinanda

"Biasanya kita kerja datang ke kantor, sekarang WFH. Biasanya kita datang ke RS, banyak yang takut akhirnya telemedicine. Biasanya orang datang fisically untuk entertainment, sekarang lewat digital," imbuhnya.

Di kesempatan ini, CT juga memaparkan data dampak pandemi pada UMKM. Dia menyebut 82% UMKM di Indonesia mengaku terdampak pandemi.

"UMKM 82% mengaku terdampak sangat buruk. Jadi pandemi menyebabkan mereka ekonominya buruk. Meskipun ada peningkatan 55% transaksi e-commerce," tambahnya.

Untuk itu, CT menyebut warga NU atau Nahdliyin bisa menangkap peluang ini. Dengan memahami dunia digital, warga Nahdliyin bisa mengoptimalkan digitalisasi dalam setiap produk UMKM-nya.

"Agar warga nahdliyin dunia usahanya lebih memahami digital dan memakai produk digital untuk kewirausahaan mereka," saran CT.

(hil/fat)