Novia Widyasari Tunjukkan Luka Sayatan di Tangan Saat Curhat ke Teman

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 16:28 WIB
novia widyasari
SM di makam Novia Widyasari (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - SM (21) menjadi salah seorang teman curhat Novia Widyasari Rahayu (23), mahasiswi yang bunuh diri menenggak racun di Mojokerto. Menurutnya, Novia pernah curhat sembari menunjukkan bekas luka sayatan pada tangan kirinya.

SM merupakan salah seorang teman jalan Novia. Ia kuliah di perguruan tinggi yang berbeda dengan korban di Malang. Gadis berusia 21 tahun ini berasal dari Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Ia menceritakan Novia sempat curhat kepada dirinya beberapa bulan lalu. Ia tidak mengingat persis waktunya. Menurutnya, momen itu terjadi sebelum ayah Novia, Erik Sadewo meninggal dunia sekitar 4 bulan lalu.

"Saat itu dia ngajak saya makan di kafe (di Mojokerto), hanya berdua dengan saya, katanya bosan di rumah," kata SM kepada wartawan usai berziarah ke makam Novia di Makam Umum Sugihan, Desa Japan, Sooko, Mojokerto, Kamis (9/12/2021).

SM menjelaskan Novia mengawali curhat dengan menunjukkan luka sayatan di tangan kirinya. Saat itu, ia dan korban berbincang sembari menunggu makanan yang mereka pesan di kafe.

"Saya tanya kenapa mba (ada luka sayatan)? Dia bilang ada masalah di rumah dan ada masalah dengan Randy," terang SM tanpa bersedia menjelaskan detil masalah yang dialami Novia.

Sayangnya saat disinggung seberapa parah luka sayatan pada tangan kiri Novia, SM tidak menjelaskan secara gamblang. "(Apakah banyak sayatannya?) Iya sih, melihatnya saja sudah ngeri," ujarnya.

Novia ditemukan warga dalam kondisi tewas di sebelah makam ayahnya di Makam Umum Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun jenis potasium yang dicampur teh.

Aksi nekat Novia diduga karena masalah asmara dengan kekasihnya, Bripda Randy Bagus, anggota Polres Pasuruan. Mereka berpacaran sejak Oktober 2019. Novia ternyata dua kali hamil dengan Randy. Bukannya menikah, mereka justru menggugurkan kandungan menggunakan obat pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Akibat perbuatannya itu, Bripda Randy kini ditahan di Rutan Polda Jatim. Dia menjadi tersangka aborsi dan dijerat dengan pasal 348 KUHP tentang Aborsi juncto pasal 55 KUHP. Hukuman 5 tahun penjara sudah menantinya. Tidak hanya itu, polisi asal Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Pasuruan itu juga disaksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) atau dipecat. (iwd/iwd)