Round-Up

Tangis Novia Widyasari Kisahkan Dihamili Bripda Randy Hingga Dipaksa Aborsi

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 09:17 WIB
pengacara menunjukkan chat novia widyasari
Kholil Pengacara Novia Widyasari (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Surabaya -

Tangis Novia Widyasari Rahayu (23) pecah saat mengisahkan pilu kehidupannya ke sang pengacara. Novia mengaku tak kuat menjalani hidup usai diperkosa hingga dipaksa aborsi oleh kekasih yang dicintainya, Bripda Randy Bagus.

Ternyata, sebulan sebelum bunuh diri menenggak racun, Novia sempat meminta bantuan sebuah lembaga bantuan hukum (LBH) di Mojokerto. Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini ingin mencari keadilan bagi dirinya.

Pimpinan LBH Permata Law Kholil Askohar mengatakan Novia pertama kali menghubunginya melalui WhatsApp pada Jumat (5/11) siang. Menurut Kholil, gadis asal Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto itu mendapatkan nomor ponselnya dari media sosial.

"Melalui pesan WhatsApp dia menyampaikan ingin konsultasi. Kemudian dia cerita masalah dengan pacarnya, RB dinas di Polres Pasuruan. Katanya dia sudah hamil, tapi disuruh menggugurkan karena ada tekanan dari RB dan keluarga RB. Pesan itu masih ada di WA, tidak saya hapus," kata Kholil kepada wartawan di kantornya, Griya Permata Ijen, Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (8/12/2021).

Kholil pun meminta Novia datang ke kantornya, karena menurutnya persoalan yang dialami Novia cukup serius. Seperti kliennya yang lain, ia meminta Novia menceritakan persoalannya secara detil.

Baca juga: Kasusnya Hebohkan Publik, Bagaimana Awal Novia Widyasari dan Bripda Randy Bertemu

Pada hari yang sama, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya ini datang seorang diri ke kantor LBH Permata Law sekitar pukul 16.30 WIB. Menurut Kholil, saat itu kondisi Novia lemas, wajahnya nampak lelah dan berulang kali menangis.

"Dia cerita panjang lebar sambil menangis, dia ingin bunuh diri, tidak ada orang yang bisa dia sandari. Di rumah dia ditekan supaya dengan RB (Randy Bagus), dia cinta RB, tapi RB orangnya seperti itu, keluarganya seperti itu. Dia sudah dicekoki obat-obat itu, dia harus menggugurkan. Jadi, keluarganya (RB) sebenarnya juga ikut. Mungkin itu nanti tugasnya polisi," terangnya.

Pengacara yang akrab disapa Alex ini berulang kali memberi wejangan dan motivasi kepada Novia agar tidak mengakhiri hidup. Bahkan, Novia juga berencana melaporkan Bripda Randy Bagus ke Polda Jatim. Ia telah mempersiapkannya dengan mendatangi dan berkonsultasi dengan pengacara.

Novia juga berharap Bripda Randy diproses hukum karena memaksa dirinya melakukan aborsi. Saat itu, Novia sudah mulai ditinggalkan oleh anggota Polres Pasuruan tersebut.

Simak Video 'Jawaban Polri soal Keraguan Publik Atas Penahanan Bripda Randy':

[Gambas:Video 20detik]