Sensasi Kuliner Ndeso di Pinggir Bengawan Solo Lamongan

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 08:23 WIB
Sensasi Kuliner Ndeso di Pinggir Bengawan Solo
Kuliner Pinggir Bengawan Solo (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)

"Dari hasil ini, bisa untuk membantu warga sekitar. Kami berdayakan warga pencari ikan dengan menampung hasil tangkapannya. Ada juga pemasukan dari lahan parkir," tambahnya.

Kuliner di pinggir bengawan menghabiskan puluhan kilogram conggah setiap buka, bahkan pernah tembus hingga 1 kuintal lebih tiap operasional dengan omzet mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, yaitu rata-rata Rp 8-22 juta setiap kali buka.

"Kami buka pukul 08.00 WIB-16.00 WIB pada Sabtu dan Minggu. Untuk ikan conggah rata-rata kami menghabiskan sekitar 30 kg lebih, pernah juga 1 kuintal, tergantung karena biasanya ada yang sudah memesan," jelasnya.

Untuk merasakan kelan conggah ini juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Pasalnya, kelan conggah hanya dipatok harga mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 150 ribu/porsi.

"Untuk conggahnya sendiri kami dapat pasokan dari warga pencari ikan di bengawan dan budi daya tambak warga dengan harga Rp 135 ribu hingga Rp 155 ribu/kg," paparnya.

sensasi kuliner di pinggir bengawan solo lamonganKuliner di pinggir Bengawan Solo Lamongan/ Foto: Eko Sudjarwo

Salah satu pecinta kuliner dari Gresik, Hj Solekhah mengaku tahu ada wisata kuliner pinggir bengawan ini dari medsos. Ia yang datang bersama seluruh anggota keluarganya untuk menuntaskan rasa penasarannya akan masakan kelan conggah. Pedas asamnya kelan kuning berpadu dengan kenyalnya conggah, aku Solekhah, membuat lidahnya bergoyang.

"Kami penasaran dan datang bersama anggota keluarga. Menunya mantap, apalagi ikan conggah ini, kami puas, rasanya mantap sekali, ditambah lagi suasananya nyaman kental dengan suasana desanya," sebut Solekhah.

Nikmatnya kelan conggah ini juga diakui Khoirul. Warga Lamongan yang juga tahu Kuliner Pinggir Bengawan ini juga ingin menyantap kelan conggah. Menurutnya, ikan conggah ini adalah ikan yang jarang atau susah didapat sehingga tahu ada kelan conggah ia langsung datang ke Desa Jatirenggo ini.

"Harga tidak masalah, yang penting puas, tapi saya rasa harganya juga terjangkau mas. Kurang lebih habis Rp 200 ribu, kami semua puas," aku Khoirul yang berjanji akan datang lagi di lain waktu ini.

Penasaran kan dengan kelan conggah ini? Yang ingin merasakan masakan khas ndeso berupa kelan kuning atau masakan-masakan ndeso lainnya silahkan saja langsung datang ke Desa Jatirenggo.


(fat/fat)