Tahun 2023 Sidoarjo Targetkan Bebas Stunting

Suparno - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 19:16 WIB
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali
Foto: Istimewa (Dok Pemkab Sidoarjo)
Sidoarjo - Kinerja penanganan bayi stunting di Kabupaten Sidoarjo mulai menemukan hasil positif. Prevalensi stunting di kabupaten tersebut dinyatakan turun hingga 8,8 persen per tahun 2020. Angka penurunan tersebut cukup drastis mengingat di tahun sebelum angka stunting di Sidoarjo masih dua digit alias 13,6 persen.

"Kami di Sidoarjo melihat stunting tidak cuma sekadar soal gizi. Tapi problem sosial dan lingkungan hidup. Makanya, intervensi kami tidak melulu soal mengatasi akses terhadap kebutuhan pangan tapi juga perbaikan lingkungan dan semua hal yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi," kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, yang akrab dipanggil Gus Muhdlor, Rabu (8/12/2021).

Data penurunan stunting diungkapkan Gus Muhdlor dalam sambutan membuka kegiatan Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting di Pendopo Delta Wibawa.

"Pencegahan stunting menjadi prioritas nasional yang juga harus menjadi prioritas dari setiap tingkat pemerintahan dalam penyusunan rencana dan anggaran pembangunan nasional maupun daerah," ucapnya.

Gus Muhdlor mengapresiasi prevalensi stunting yang menurun. Tapi itu tidak cukup bagi Sidoarjo.

"Sidoarjo adalah daerah industri yang tumbuh pesat. Baik industri manufaktur, pertanian, perikanan, bahkan UMKM-nya. Sangat disayangkan masih ada bayi stunting. Tahun depan kami targetkan di bawah 5 persen bahkan nol persen pada 2023. Ekonomi Sidoarjo yang tumbuh pesat harus diimbangi kualitas sumber daya manusia terbaik," jelas Gus Muhdlor.