Cerita Pengacara Selamatkan Novia Widyasari Saat Coba Bunuh Diri

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 15:38 WIB
pengacara menunjukkan chat novia widyasari
Kholil saat menunjukkan chat Novia kepadanya (Foto: Enggran Eko Budianto)
"Setelah Novia diinfus, ibunya bilang ke saya bapak silakan pulang. Saya sampai kecewa. Padahal, saya terpanggil menolong karena sesama manusia, saya juga seorang bapak. Saya pulang. Malamnya ibunya ngabarin saya untuk berterima kasih anaknya sudah pulang dan kondisinya sehat," jelasnya.

Beberapa hari kemudian, Senin (8/11) malam, Novia kembali datang ke kantor Kholil diantar dua temannya laki-laki dan perempuan. Gadis berusia 23 tahun itu berterima kasih kepada Kholil sekeluarga yang sudah membantunya.

"Saya beri motivasi, kamu cantik, masih banyak Randy yang lain. Sehingga tidak usah bunuh diri, dunia tidak sekecil daun kelor. Saya sekeluarga ingin menyelamatkan dia jangan sampai bunuh diri. Saat itu dia sudah tidak membahas bunuh diri. Kemudian saya ajak makan seafood, dia juga bungkus untuk mamanya. Setelah itu tidak ada kabar," ungkapnya.

Lama tidak berkomunikasi, Kholil tiba-tiba menerima kabar duka dari tetangga dekat Novia pada Kamis (2/12). Novia tewas usai menenggak racun di makam ayahnya.

"Istri saya menangis, anak saya menangis. Kami kasihan sekali dengan rintihannya, dia perlu didampingi. Saat dia bunuh diri yang terakhir saya tidak tahu ada apa," tandasnya.

Novia ditemukan warga dalam kondisi tewas di sebelah makam ayahnya di Makam Umum Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun jenis potasium yang dicampur teh.

Aksi nekat Novia diduga karena masalah asmara dengan kekasihnya, Bripda Randy Bagus, anggota Polres Pasuruan. Mereka berpacaran sejak Oktober 2019. Novia ternyata dua kali hamil dengan Randy. Bukannya menikah, mereka justru menggugurkan kandungan menggunakan obat pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

Akibat perbuatannya itu, Bripda Randy kini ditahan di Rutan Polda Jatim. Dia menjadi tersangka aborsi dan dijerat dengan pasal 348 KUHP tentang Aborsi juncto pasal 55 KUHP. Hukuman 5 tahun penjara sudah menantinya. Tidak hanya itu, polisi asal Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, Pasuruan itu juga disaksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) atau dipecat.


(iwd/iwd)