Cerita Pengacara Selamatkan Novia Widyasari Saat Coba Bunuh Diri

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 15:38 WIB
pengacara menunjukkan chat novia widyasari
Kholil saat menunjukkan chat Novia kepadanya (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Pimpinan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Permata Law Kholil Askohar mengaku pernah menolong Novia Widyasari Rahayu (23) saat mencoba bunuh diri. Saat itu, ia mendapati mahasiswi Universitas Brawijaya tersebut dalam kondisi pingsan di dalam kamar rumahnya.

Kholil mengatakan Novia pertama kali datang ke kantornya untuk konsultasi hukum pada Jumat (5/11). Yaitu satu bulan sebelum mahasiswi cantik itu bunuh diri dengan menenggak racun. Saat itu, Novia menemui Kholil dalam kondisi lemas, wajah nampak lelah, serta berulang kali menangis.

Gadis asal Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto itu menceritakan detil persoalan asmara dengan kekasihnya, Bripda Randy Bagus kepada Kholil. Novia ingin anggota Polres Kabupaten Pasuruan itu diproses hukum karena telah memaksa dirinya melakukan aborsi. Kholil pun meminta korban mengumpulkan bukti untuk melaporkan Randy ke Polda Jatim.

Keesokan harinya, Sabtu (6/11) sekitar pukul 10.17 WIB, Novia menelepon dirinya hingga 4 kali dan mengirim pesan WhatsApp. Namun, saat itu Kholil sibuk mengisi materi penyuluhan hukum di perusahaan swasta. Ia baru membuka pesan dari Novia dalam perjalanan pulang dari acara tersebut.

"Novia kirim foto ke saya melalui WA kondisi dirinya mau bunuh diri, kondisinya sudah pucat. Dia bilang sudah tidak kuat lagi, hari ini harus mengakhiri hidupnya," kata Kholil kepada wartawan di kantor LBH Permata Law, Griya Permata Ijen, Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (8/12/2021).

Melihat pesan itu, Kholil dan istrinya urung pulang. Ia bergegas mencari rumah Novia berbekal foto kopi KTP yang ia terima dari Novia. Pengacara yang akrab disapa Alex ini sempat beberapa kali tersesat karena belum pernah ke rumah Novia.

"Sampai di rumahnya, ibunya sedang bermain dengan adik-adiknya di ruang tamu. Kepada ibunya saya tunjukkan foto yang dikirim Novia ke saya. Kondisi Novia tidak sadarkan diri di dalam kamarnya. Saat itu di kamar yang menangis malah istri saya, bukan ibunya. Kemudian saya antar pakai mobil saya ke IGD RSI Sakinah," terangnya.

Novia baru siuman di IGD RSI Sakinah, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Mahasiswi semester akhir Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya itu menangis. Ia langsung diinfus.