Pesan Terakhir Rumini ke Suami Sebelum Tewas Memeluk Ibu Saat Erupsi

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 22:00 WIB
Rumini (28) dan ibunya Salamah (70) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan. Mereka merupakan korban erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12).
Suami Rumini, Imam Syafii (kiri)/Foto: Tangkapan Layar
Surabaya -

Rumini (28) dan ibunya Salamah (70) ditemukan meninggal dalam kondisi berpelukan saat erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12). Apa pesan Rumini untuk sang suami, Imam Syafii (30)?

Sehari sebelumnya, Imam merasa ada yang berbeda dari istrinya. Imam merasa sikap istrinya begitu hangat, romantis, dan sedikit manja karena terus minta dipeluk. Ia pun senang melihat perlakuan istrinya itu.

Rumini biasanya tidur bertiga. Rumini, anak dan suaminya. Namun pada Jumat (3/12) malam, Rumini tidur di pundak suaminya sambil memeluk.

Pada malam itu, Rumini meminta Imam untuk melihat anaknya yang sedang tidur. Rumini meminta Imam selalu welas asih pada anak mereka.

"Pas mau tidur suruh lihat anaknya, 'deloken anake Mas, mosok ndak mesakaken' (lihat anak kita Mas, masa tidak kasihan). Mosok ya ndak mesakaken Dik, wong jenenge ambek anak (ya kasian Dik, orang sama anak)," tutur Imam, Selasa (7/12/2021).

"Terus tidur pelukan terus sampe pagi, kepalanya di pundakku. Kerja sudah ndak tenang, kok ndak seperti biasanya," imbuhnya.

Rumini (28) dan ibunya Salamah (70) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan. Mereka merupakan korban erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12). Ibu dan anak ini warga Desa Curah Kobokan, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Rumini yang memilih menemani ibunya saat erupsi terjadi, menyisakan rasa haru di masyarakat. Rumini tetap menemani ibunya yang tak sanggup berjalan karena faktor usia.

(sun/bdh)