Amarah Hayam Wuruk Akhiri Pengabdian Gajah Mada di Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 09:16 WIB
gajah mada
Makam Panggung yang konon menjadi tempat Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Tidak hanya asal-usulnya, akhir hayat Gajah Mada juga belum banyak yang tahu. Mahapatih Majapahit itu wafat karena sakit pasca-Perang Bubat yang memantik amarah Raja Hayam Wuruk.

Pemerhati Sejarah Majapahit Wibisono mengatakan Gajah Mada wafat karena sakit. Namun, tidak ada sumber sejarah yang menyebutkan apa sakit yang diderita Mahapatih Majapahit tersebut.

"Bersumber dari Negarakertagama pupuh 70:3 Gajah Mada sakit tahun 1363 masehi, pupuh 71:1 Gajah Mada wafat tahun 1364 masehi," kata Wibisono kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho menjelaskan Gajah Mada lengser dari Mahapatih Majapahit karena Perang Bubat tahun 1357 masehi. Perang ini antara Gajah Mada dengan Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda.

Kala itu Linggabuana dan beberapa pasukan pengawalnya datang ke Majapahit untuk mengantar Putri Dyah Pitaloka yang akan dinikahi Raja Hayam Wuruk. "Hubungan perkawinan itu untuk menjalin hubungan Majapahit dengan Kerajaan Sunda," terangnya.

Sesampainya di Bubat, Majapahit, Gajah Mada dan pasukannya menumpas tamu Kerajaan Sunda tersebut. Sampai saat ini belum diketahui persis apa yang memicu Mahapatih Majapahit itu memutuskan berperang.

"Gajah Mada memutuskan membunuh utusan Kerajaan Sunda. Ketika pasukan Sunda banyak yang mati saat mengantarkan Dyah Pitaloka, kemudian Dyah Pitaloka juga mati, Hayam Wuruk menjadi sedih dan marah terhadap Gajah Mada," terangnya.

Menurut Wicaksono, beberapa sejarawan menafsirkan amarah Raja Hayam Wuruk itu menjadi titik balik kiprah Gajah Mada di Majapahit. Mahapatih yang sukses menyatukan Nusantara itu harus lengser dan menjadi pertapa.

Simak juga 'Rencana Sandiaga Uno Kembangkan Desa Wisata Kampung Majapahit':

[Gambas:Video 20detik]