Bersenjatakan Meriam Cetbang, Armada Laut Majapahit Pernah Kalahkan Portugis

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 09:03 WIB
gajah mada
Relief yang menggambarkan saat Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto - Militer yang kuat, ditunjang kecerdikan berdiplomasi membuat Mahapatih Gajah Mada menguasai Nusantara. Kapal-kapal tempur Majapahit kala itu sudah dilengkapi meriam hingga mampu mengalahkan tentara Portugis.

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan kekuatan militer yang dipimpin Mahapatih Gajah Mada tidak digambarkan secara eksplisit di Negarakertagama maupun Pararaton. Namun, ketangguhan pasukan Majapahit dan kecerdikan Gajah Mada kala itu terbukti dengan tumbangnya berbagai pemberontakan.

"Semua pemberontakan di awal kekuasaan Tribhuwana Tunggadewi sukses dikalahkan Gajah Mada. Jumlah tentaranya kami tidak punya gambaran sama sekali," kata Wicaksono kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Wicaksono menjelaskan Gajah Mada juga membangun kekuatan angkatan lautnya untuk menaklukkan pulau-pulau di Nusantara. Namun, sampai saat ini belum diketahui secara pasti bentuk kapal perang Majapahit. Menurutnya, kapal-kapal tempur kala itu sudah dilengkapi meriam jenis Cetbang.

"Semua sepakat pada masa Majapahit sudah ada meriam Cetbang. Itu jadi kekuatan Majapahit," terang Wicaksono.

Meriam Cetbang, kata Wicaksono, diadopsi Majapahit dari pasukan Tartar, Mongol yang pada masa itu menginvasi Jawa. Menurutnya, Tentara Tartar lebih dulu menggunakan meriam dalam pertempuran.

"Cetbang digunakan juga di kapal-kapal Majapahit. Karena catatan Portugis, mereka kalah dari Majapahit. Oleh sebab itu Portugis lebih ke arah Timor, Filipina pada masa Majapahit. Karena Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Bali, Lombok, Flores dikuasai Majapahit," tandasnya.

Gajah Mada dinobatkan menjadi Patih Majapahit oleh Tribhuwana Tunggadewi tahun 1331 masehi. Pada momen itu pula Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa di hadapan ratu dan para menteri. Ia bertekad menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.

Dalam bukunya berjudul Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara, sejarawan sekaligus Menteri Penerangan era Presiden Soekarno, Mohammad Yamin menjelaskan saat Gajah Mada diangkat menjadi patih, wilayah kekuasaan Majapahit hanya mencakup Jatim dan Jateng.

Setelah Gajah Mada menyatukan Nusantara, wilayah kekuasaan Majapahit berkembang sangat luas. Meliputi seluruh Jawa (Jawa, Madura dan Kangean), seluruh Pulau Sumatera, seluruh Pulau Kalimantan, seluruh Semenanjung Melayu atau Malaka, seluruh Nusatenggara dan Bali, seluruh Sulawesi, seluruh Maluku dan seluruh Papua.

Simak juga 'Rencana Sandiaga Uno Kembangkan Desa Wisata Kampung Majapahit':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)