Warga Lega Lihat Lava Pijar Gunung Semeru Keluar Sedikit Demi Sedikit

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 06 Des 2021 22:04 WIB
Lava pijar tampak menyala di puncak Gunung Semeru. Warga merasa lega melihat lava keluar sedikit demi sedikit.
Warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang/Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom
Lumajang -

Lava pijar tampak menyala di puncak Gunung Semeru. Warga merasa lega melihat lava keluar sedikit demi sedikit.

Itu seperti yang disampaikan warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Tohari. Menurutnya, jika tidak keluar lava pijar saat terjadi erupsi, justru warga lebih panik.

Pagi tadi, warga Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang sempat panik dengan suara gemuruh. Awalnya mereka menduga, gemuruh itu merupakan erupsi Gunung Semeru.Lava pijar tampak menyala di puncak Gunung Semeru/ Foto: M Rofiq/detikcom

"Barusan terlihat. Ini sebetulnya sudah biasa kalau keluarnya sedikit-sedikit," kata Tohari kepada detikcom, Senin (6/12/2021).

"Ya kalau sering terlihat keluar malah enak, kalau tidak malah lebih waspada," terang Tohari.

Lava pijar juga tampak dari Desa Penanggal, Kecamatan Pronojiwo. Namun menurut warga bernama Pardi (50), warga ketakutan kalau sudah keluar lava pijar.

"Kalau udah lava pijar keluar, warga semua melihat dan memantau, takut terjadi lontaran lava pijar dengan jarak luncur jauh, dan awan panas guguran takut terjadi saat malam dan dini hari," kata Pardi saat dikonfirmasi detikcom, Senin (6/12/2021).

Pantauan detikcom sekitar pukul 20.30 WIB, lava pijar mulai terlihat keluar dari Gunung Semeru. Tampak lava merah menyala di gunung tersebut. Hingga pukul 21.00 WIB, lava pijar masih terlihat.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Puluhan orang meninggal dalam peristiwa ini.

Dalam data dari Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, hingga kini ada 5.205 jiwa masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Sebanyak 1.300 orang di antaranya telah mengungsi.

Jumlah korban jiwa juga bertambah menjadi 22. Untuk korban luka berjumlah 56 orang. Terdiri dari 35 orang luka berat, dan 21 orang luka ringan.

(sun/bdh)