Alat Medis Dikirim ke Lumajang untuk Tangani Korban Luka Bakar Erupsi Semeru

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 06 Des 2021 19:31 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut, bantuan untuk pengungsi di Pronojiwo, Lumajang sudah cukup. Ini disampaikan Muhadjir saat meninjau posko bantuan di SMA Negeri 1 Pronojiwo.
Menko PMK Muhadjir Effendy meninjau posko bantuan di SMA Negeri 1 Pronojiwo/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Lumajang - Kemenkes memasok kebutuhan medis untuk menangani korban erupsi Gunung Semeru. Peralatan, obat-obatan serta tim medis didatangkan untuk melakukan penanganan langsung.

Saat ini belasan korban luka tengah ditangani di RS Pasirian serta RS Haryoto, Lumajang. Sementara infrastruktur dan tenaga medis kedua rumah sakit ini kurang memadai.

Dukungan infrastruktur dan tenaga medis oleh Kementerian Kesehatan ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, saat meninjau posko bantuan di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (6/12/2021).

"Ada belasan korban erupsi Semeru yang mengalami luka bakar hingga 80 persen, dan korban ini tidak bisa dipindah, sifatnya in-transportable. Pasien tidak bisa dialihkan harus dirawat di tempat. Dan rumah sakitnya tidak layak karena tipe D," kata Muhadjir kepada wartawan di lokasi.

Karena itu, lanjut Muhadjir, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar mengirimkan dokter spesialis bedah, sekaligus alat bedah yang canggih beserta obat-obatan.

"Untuk obat-obatan tadi malam sudah datang di RS Pasirian dan RS Haryoto. Sementara peralatan akan menyusul," terangnya.

Menurut Muhadjir, dari laporan yang diterima, dua korban erupsi Gunung Semeru meninggal di RS dr Haryoto, Lumajang.

"Laporan terakhir dua meninggal di RS Lumajang. Dan dua korban dikirim ke RS Jember untuk diobati. Selain itu, 12 orang korban di RS Pasirian juga dipindah ke RS Haryoto yang memiliki fasilitas jauh lebih bagus, karena RS tipe B," pungkasnya. (sun/bdh)