Khofifah Jamin Pengungsi Erupsi Semeru Dapat Penanganan Terbaik

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:25 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah di dapur umum pengungsian (Foto: Faiq Azmi)
Lumajang - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendatangi langsung Kecamatan Pronojiwo, Lumajang pada Senin (6/12) siang. Kedatangan Khofifah untuk memastikan kebutuhan makanan bagi warga yang mengungsi terjamin.

"Sejak Sabtu malam saya sudah berada di Lumajang untuk memimpin langsung tim Pemprov dan mengkordinasikan semua sinergi sumber daya untuk percepatan penanganan warga terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. Termasuk memastikan semua yang berkenaan dengan kebutuhan para pengungsi," ujar Khofifah, Senin (6/1/2021).

Khofifah memastikan seluruh pengungsi yang berasal dari Kecamatan Pronojiwo bisa terjamin kebutuhan makan dan minumnya. Pemprov Jatim melalui Dinas Sosial telah membangun dapur umum sejak hari pertama bencana baik di Kecamatan Candipuro maupun Pronojiwo.

"Insyaallah, saya pastikan dapur umum yang ada telah mampu mencukupi semua kebutuhan pengungsi, jika ada yang belum tercukupi baik logistik, air bersih dan sebagainya dapat dilaporkan ke posko lapangan di kantor kecamatan Pasirian atau kordinator lapangan masing-masing" katanya.

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim mendirikan dua titik posko baik kesehatan maupun dapur umum di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Setiap harinya masing-masing dapur umum menyiapkan 2.500 paket makanan, setiap pagi, siang, dan malam.

Terkait trauma healing bagi para pengungsi, Pemprov Jatim hari ini juga mengerahkan tim yang bertugas untuk mendampingi pengungsi untuk mengurangi rasa trauma akibat bencana erupsi Gunung Semeru. Tim ini, kata Khofifah, berdampingan dengan tim medis Provinsi Jatim.

"Semua tim trauma healing kami kerahkan khusus untuk mendampingi ibu-ibu, anak-anak, disabilitas dan para lansia. Mereka masuk dalam kategori rentan," imbuhnya.

Disinggung soal kerusakan fisik fasilitas umum dan rumah warga akibat terjangan guguran awan panas, Khofifah mengatakan Pemprov Jatim bersama Pemkab Lumajang dan BNPB tengah melakukan pendataan dan kategorisasi. Data ini menjadi acuan dalam menentukan langkah rekonstruksi, termasuk besaran bantuan yang diperoleh korban erupsi Gunung Semeru.

"Kerugian materil dan dampak lainnya dari APG Gunung Semeru masih dalam pendataan," imbuhnya.

Khofifah menyebut dirinya sengaja berkantor di Lumajang guna memastikan konsolidasi guna koordinasi pencarian, penyelamatan, evakuasi, dan penanganan pengungsi berjalan efektif serta tidak ada yang terlewat. Juga seluruh kebutuhan dasar warga meliputi makanan, minuman, pakaian, dan obat-obatan tersedia.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga melakukan pemantauan situasi Lumajang yang terdampak APG Gunung Semeru dengan menggunakan helikopter bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Khofifah pun melihat langsung kondisi putusnya jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Pronojiwo dan Candipuro akibat APG Gunung Semeru.

Mantan Mensos RI ini memaparkan, berdasarkan hasil rapat bersama BNPB dan Pemkab Lumajang, maka diputuskan bahwa posko utama Bertempat di Pendopo Lumajang. Sedangkan kecamatan Pasirian sebagai posko lapangan. Seluruh data informasi berupa gambar peta, data data bencana, foto foto lokasi kejadian dan lain lain ditempat kan dan ditampilkan di Kecamatan Pasirian sebagai Posko Lapangan.

"Posko ini akan dikomandani oleh Komandan Satgas Penangananan Bencana Erupsi Semeru yaitu DANREM 083/BDJ," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali guguran awan panas, Khofifah meminta warga untuk tidak beraktivitas dan menjauhi aliran sungai sepanjang daerah Mujur dan Curah Kobokan. (iwd/iwd)