Banjir Lahar Dingin Semeru Terjang Bukit Gladak Perak, Warga Sempat Panik

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 06 Des 2021 17:49 WIB
Pengungsi erupsi Gunung Semeru
banjir lahar dingin Gunung Semeru/Foto: Istimewa
Lumajang - Bukit Gladak Perak Desa Sumberwuluh Gunung Semeru, sempat terjadi banjir lahar dingin dini hari tadi. Banjir lahar dingin terjadi selama 1,5 jam lamanya.

Warga yang mendengar suara lahar dingin dari Gunung Semeru pukul 03.30 WIB merasa ketakutan. Banjir lahar dingin itu tiba di bawah bukit sekitar jam 05.22 WIB. Banjir lahar dingin ini bersamaan dengan angin kencang dan debu beterbangan.

"Banjir lahar dingin tadi pagi, pertama denger 3.30 WIB nyampek di bawah bukit sekitar jam 05.22 WIB. Dekat dengan Bukit Gladak Perak atau jembatan ambruk," kata warga Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Salim saat dihubungi detikcom, Senin (6/12/2021).

Salim mengaku hingga pukul 17.00 WIB, kawasan Bukit Gladak Perak aman. Banjir lahar dingin yang terjadi sekitar pagi tadi tinggal kepulan asap saja.

"Tinggal kepulan asap saja, aman, aman. Belerangnya saja yang asap. Banjir barusan (pagi) ini," ujarnya.

Dia mengatakan saat musim hujan banjir lahar dingin kerap terjadi. Jika banjir lahar dingin terjadi, maka warga langsung mengabarkan ke masyarakat yang tinggal di bawah bukit.

"Sekarang musim hujan. Hujan saja lahar sudah meluber, ya dipastikan banjir," ujarnya.

Salim mengatakan, jika suara banjir lah yang membuat warga ketakutan. Sebab, pagi ini banjir lahar dingin dibarengi angin. Tetapi akan siaga jika hujan turun.

Pengungsi erupsi Gunung SemeruWarga yang mengungsi di Masjid Al-Huda/ Foto: Istimewa

"Di bukit aman-aman saja, permasalahannya dari Semeru ga ngerti. Kalau hujan siaga, ini masih tenang-tenang aja (karena tidak hujan). Tadi pagi banjir sama angin. Sangat menakutkan suaranya," ceritanya.

Ia mengatakan, jika saat musim hujan akan banjir lahar dingin. Hal itu sudah bisa dipastikan akan banjir lahar dingin.

"Sekarang musim hujan. Hujan saja lahar sudah meluber, ya dipastikan banjir. Pengungsi di masjid aman. Posisi di bukit, kan rumah warga di sini di atas bukit. Walaupun banjir cuman mantau dari atas nginfonya ke bawah," pungkasnya. (fat/fat)