Pengungsi Hamil Ini Sempat Terinjak-injak Saat Erupsi Gunung Semeru

M Rofiq - detikNews
Senin, 06 Des 2021 11:46 WIB
Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Belasan orang meninggal dalam peristiwa ini.
Pengungsi hamil di Balai Desa Penanggal/Foto: M Rofiq/detikcom
Lumajang -

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12). Banyak warga yang terpaksa mengungsi, termasuk yang sedang hamil.

Seperti beberapa pengungsi asal Dusun Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Ada yang sedang hamil tua, ada juga yang sedang hamil muda.

Salah satunya yakni Ayuningsih (23). Ia merupakan istri dari Mohamad Nur Efendy (23). Ia sedang di posko kesehatan bencana alam erupsi Semeru, di Puskesmas Penanggal. Usia kandungannya 9 bulan.

Kondisi kehamilan Ayu baik-baik saja. Ia hanya mengalami luka lecet di bagian kaki, karena terjatuh saat lari untuk menyelamatkan diri, saat erupsi Gunung Semeru menghancurkan rumahnya. Ia sempat terinjak-injak warga saat menyelamatkan diri.

"Kondisi janinnya sehat, namun hanya luka lecet terinjak- injak warga yang berlarian saat awan panas dari Gunung Semeru datang menenggelamkan rumah dan desanya. Saat dikontrol sama tim medis, diperkirakan dalam bulan ini waktu kelahirannya. Tidak punya uang sama sekali untuk biaya kelahirannya," jelas Ayu saat dikonfirmasi di lokasi pengungsian, Senin (6/12/2021).

Saat ini ada 4 pengungsi yang sedang hamil di tempat pengungsian Balai Desa Penanggal. Termasuk Susi Susanti (19) yang merupakan sepupu Ayu. Susi sedang hamil 3 bulan.

"Berharap bantuan pemerintah berupa rumah sederhana untuk tempat berteduh, dan lokasi aman dari ancaman bahaya gunung berapi. Karena rumah di Dusun Curah Kobokan hancur diterjang awan panas," ujar Susi.

Suwarno, petugas piket Pos Kesehatan di Puskesmas Penanggal mengatakan, kandungan mereka sehat. Hanya perawatan luka lecet di bagian kaki Ayu. Setiap hari dikontrol oleh bidan. Untuk persalinannya nanti, Ayu dibawa ke RSUD Pasirian atau RSUD Haryoto Lumajang.

"Kondisi janin di dalam kandungannya sehat, hanya perawatan luka lecet karena terjatuh menyelamatkan diri dan terinjak oleh warga yang sama-sama kabur. Setiap hari dikontrol oleh bidan, persalinannya kita bawa di RSUD Pasirian atau RSUD Haryoto Lumajang, karena peralatannya lengkap," kata Suwarno.

Hingga saat ini, petugas gabungan BPBD, TNI/Polri dan sukarelawan melakukan pencarian korban yang masih dinyatakan hilang, tertimbun lumpur awan panas Gunung Semeru.

Simak Video 'Momen Evakuasi Warga yang Nekat Pulang saat Terdengar Gemuruh dari Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)