Nestapa Pengungsi Semeru Belum Tersentuh Bantuan Karena Jembatan Putus

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 15:17 WIB
semeru erupsi pengungsi
Pengungsi di Pronojiwo (Foto: Muhammad Aminudin)
Lumajang -

Kecamatan Pronojiwo belum terjangkau bantuan karena putusnya Jembatan Besuk Kobokan atau Gladak Perak. Akibatnya, ratusan warga yang mengungsi belum tersentuh bantuan.

Seperti kondisi para pengungsi di sebuah masjid Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sejak mengungsi malam kemarin, mereka belum menerima kebutuhan yang sangat diperlukan.

"Makan baru sekali, minum juga butuh. Kalau selimut baru saja diberi," ujar Syamsul salah satu pengungsi ditemui detikcom, Minggu (5/12/2021).

Syamsul tinggal di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, mengungsi bersama 15 kerabatnya. Masjid belum selesai dibangun itu menjadi pilihan lokasi pengungsian.

semeru erupsi pengungsiFoto: Muhammad Aminudin

Untuk kebutuhan mandi cuci kakus, pengungsi terpaksa memanfaatkan kamar mandi masjid. Tempat tidur sendiri memanfaatkan tikar seadanya.

Camat Pronojiwo, Abdillah Irsyad mengaku, dapur umum telah dibuka di dua titik, untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum para pengungsi.

'Kita sudah dirikan dapur umum,, untuk kebutuhan makan warga yang mengungsi. Bantuan juga telah didistribusikan," katanya terpisah.

Abdillah mengaku, setidaknya ada 890 warganya harus mengungsi karena tempat tinggalnya terdampak erupsi Gunung Semeru. Mereka ditempatkan di tujuh titik pengungsian.

"Ada 890 warga kami yang mengungsi, jumlah titik pengungsian ada tujuh. Salah satunya di sini ini (masjid)," akunya.

Selain itu, Andillah menambahkan, dari hasil laporan terakhir ada dua warganya yang meninggal dunia. Sementara korban luka ada sekitar 70 orang.

"Meninggal update terbaru dua orang, untuk luka-luka 70 orang. Namun data warga luka itu campur, dengan kecamatan lain. Kami belum bisa memilah secara detil," imbuhnya.

Putusnya jembatan Besuk Koboan atau Gladak Perak menjadikan wilayah Pronojiwo tak terakses Pemkab Lumajang.

Sebelumnya, Gunung Semeru mengalami erupsi Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Gunung yang berada di Lumajang dan Malang ini mengeluarkan awan panas guguran (APG).

Gunung Semeru di Lumajang, erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Warga sekitar Gunung Semeru berlarian panik berusaha menghindari gumpalan awan. Permukiman terdampak gelap gulita karena listrik mati.

Simak video 'Momen Petugas Evakuasi Wanita Korban Erupsi Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)