Trauma Pengungsi Erupsi Semeru; Turu Ra Penak Was-was Terus

M Rofiq - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 14:41 WIB
pengungsi gunung semeru
Pengungsi di Curah Kobokan yang shock mendengar keluarganya jadi korban (Foto: M Rofiq/detikcom)
Lumajang - Warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang, Lumajang, di tempat pengungsian usai erupsi Semeru. Isak tangis tak henti-hentinya terdengar dari para ibu-ibu usai terdampak erupsi Gunung Semeru.

Wajah mereka tampak takut dan trauma bila sewaktu-waktu erupsi kembali terjadi. Kebanyakan para pengungsi mengaku tak bisa tidur nyenyak. Sebab bagi mereka tidak mudah menghapus peristiwa yang terjadi pukul 14.47 WIB tersebut.

"Turu iku rasane was-was, kelingan awan sing ireng terus kabeh peteng. Rasane koyok wis bengi padahal jek jam 3 sore (Tidur itu rasanya was-was. Ingat awan yang menggumpal lalu sekeliling tiba-tiba gelap. Rasanya seperti malam padahal masih jam 3 sore," kata warga Curah Kobokan, Sutini (44) kepada detikcom, Minggu (5/12/2021).

Dusun Curah Kobokan merupakan tempat paling parah diterjang awan panas pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Saat itu, warga berhamburan menyelamatkan diri dan tak sempat membawa harta benda.

Dusun yang terletak di lereng Gunung Semeru tersebut tercatat dihuni sekitar 300 KK. Kini mereka berlindung di tempat pengungsian Balai Desa Penanggal.

Senada juga diungkapkan Marni (49). "Kulo pas ngedusi anak, moro-moro tonggo jerit-jerit. Mbledos-mbledos, ayo nyingkir-ayo nyingkir (Saya pas mandiin anak. Tiba-tiba tetangga jerit-jerit. Meletus-meletus, ayo pergi-pergi," kenang Marni.

Saat ini Balai Desa Penanggal telah menampung sekitar 253 warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supit Urang dari total 300 KK. Desa tersebut merupakan tempat paling parah diterjang awan panas.

Pantauan di lokasi, banyak warga yang hanya membawa pakaian dan makanan ala kadarnya saat awan panas menerjang. Meski demikian, berbagai bantuan tampak telah berdatangan.

Tak hanya itu, para sukarelawan bersama tim BPBD dan TNI-Polri juga terus melakukan penyisiran di lokasi yang diterjang awan panas. Hal itu dilakukan untuk mencari korban yang masih selamat dan mengevakuasi jenazah.

Sebelumnya, Gunung Semeru erupsi sekitar pukul 14.47 WIB. Warga berlarian menyelamatkan diri. Beberapa desa yang terdampak awan panas Gunung Semeru, yakni Kecamatan Pronojiwo meliputi Desa Curah Kobokan dan Desa Supiturang. Serta Kecamatan Candipuro meliputi Desa Sumberwuluh.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyebut 12 orang meninggal di kawasan Curah Kobokan. 41 Korban mengalami luka bakar lahar panas, 2 di antaranya ibu hamil yang mengandung usia 8 dan 9 bulan. Mereka dirawat di Puskesmas dan RS untuk perawatan intensif. Rata-rata korban mengalami luka bakar di wajah, tangan, kaki hingga sekujur tubuhnya.

Simak Video 'Momen Petugas Evakuasi Wanita Korban Erupsi Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)