Ibu Mahasiswi yang Tewas Tenggak Racun Sebut Putrinya Sering Coba Bunuh Diri

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 14:52 WIB
rumah korban mahasiswi yang tewas tenggak racun di mojokerto
Petugas di rumah korban (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Mahasiswi asal Mojokerto, NWR (23) tewas usai menenggak racun di makam ayahnya. Ibu korban menyebut putrinya mengalami depresi dan berulang kali mencoba bunuh diri.

Keterangan Ibu NWR, FZ (44) diperoleh detikcom berupa rekaman video dari Bidang Humas Polda Jatim. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik ini, FZ menjelaskan beberapa hal terkait putrinya. Salah satunya, ia menyebut NWR menderita depresi.

"Memang anak saya ini bisa dikatakan sakit ya, depresi. Pada tanggal 29 November hari Senin itu saya bawa ke RSJ dan di RSJ itu memang dinyatakan dia ini stres, depresi," kata FZ yang dikutip detikcom, Minggu (5/12/2021).

Ibu tiga anak asal Kecamatan Sooko, Mojokerto ini menjelaskan putrinya juga mendapatkan obat dari dokter jiwa. Menurutnya, mahasiswi perguruan tinggi di Malang itu berulang kali mencoba bunuh diri. Namun, FZ tidak menjelaskan apa saja cara mengakhiri hidup yang dilakukan putrinya.

"Di sana diberi obat oleh dokter jiwa dan memang anaknya ini tertekan sekali sangat berat. Berkali-kali saya sudah mencegah untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan atau dia ingin mengakhiri hidupnya itu," terangnya.

NWR ditemukan tewas di makam ayahnya di Makam Islam Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto pada Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB. Gadis berusia 23 tahun ini diduga nekat bunuh diri dengan menenggak racun.

"Sampai kemarin ditemukan di atas makam ayahnya itu sudah kondisi meninggal dunia. Memang di samping jenazah anak saya ada cairan mengandung racun, mungkin begitu, sudah dibawa pihak kepolisian," tandas FZ.

Sebelumnya, cairan yang ditenggak NWR diduga racun jenis potasium yang dicampur teh. Sisa cairan tersebut ditemukan dalam sebuah botol di sebelah tubuh korban. Polisi telah mengirim sampel cairan ke laboratorium untuk memastikan jenis racun yang membunuh korban.

Kasus ini juga ditangani Bidang Propam Polda Jatim dan Seksi Propam Polres Pasuruan. Pasalnya, salah satu pemicu NWR nekat bunuh diri diduga karena persoalan asmara dengan anggota Polres Pasuruan berinisial RB.

Simak juga 'Kasus Dukun Racun Sianida di Magelang Direkonstruksi':

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)