Mahasiswi yang Tewas Tenggak Racun Ternyata Alami Aborsi Dua Kali

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 00:32 WIB
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Anggota Polres Pasuruan, Bripda RB bersama kekasihnya ternyata sudah dua kali melakukan aborsi menggunakan obat Cytotec. Terakhir, aborsi dilakukan saat kandungan mahasiswi asal Mojokerto itu berusia 4 bulan.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan Bripda RB menjalin hubungan asmara dengan NWR sejak Oktober 2019. NWR merupakan mahasiswi Universitas Brawijaya Malang asal Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

"Mereka berkenalan sejak Oktober 2019. Saat itu mereka nonton bareng launching distro baju di Malang. Kemudian mereka bertukar ponsel, setelahnya mereka resmi pacaran," kata Slamet saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Sabtu (4/12/2021).

Selama berpacaran, lanjut Slamet, Bripda RB dan NWR melakukan hubungan suami istri. Dua sejoli itu berhubungan intim di tempat kos dan hotel di Malang sejak 2020 sampai 2021.

"Juga kami dapatkan bukti selama pacaran, mulai Oktober sampai Desember 2021 (Bripda RB dan NWR) sudah melakukan aborsi bersama," ungkapnya.

Aborsi pertama pada Maret 2020 dilakukan saat usia kandungan NWR baru hitungan minggu. Sedangkan aborsi kedua pada Agustus 2021 saat kandungan NWR berusia 4 bulan. Dua kali aborsi tersebut menggunakan obat Cytotec.

"Ketika diketahui positif (NWR hamil), mereka bersama-sama beli obatnya, pertama maupun yang kedua," terang Slamet.

Akibat perbuatannya tersebut, Bripda RB bakal dijerat dengan pasal 348 KUHP tentang Aborsi juncto pasal 55 KUHP. Hukuman 5 tahun penjara sudah menantinya.

Tidak hanya itu, anggota Polres Pasuruan tersebut juga bakal dijatuhi sanksi etik. Ia terancam sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dipecat dari Polri.

Karena Bripda RB dinilai melanggar pasal 7 dan 11 Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian. Mulai hari ini ia ditahan Bidpropam Polda Jatim.

Sedangkan nasib NWR berakhir tragis. Gadis berusia 23 tahun itu ditemukan warga dalam kondisi tewas di sebelah makam ayahnya di Makam Islam Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Kamis (2/12) sekitar pukul 15.30 WIB.

Mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun jenis potasium yang dicampur teh. Polisi menemukan sisa racun dalam sebuah botol plastik di sebelah mayat korban.

(iwd/iwd)