Saat Warga Panik dan Berhamburan Mengira Semeru Erupsi Lagi

Faiq Azmi, Deny Prastyo - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 11:15 WIB
Lumajang -

Warga Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro sempat dikagetkan dengan guguran awan panas susulan. Warga sempat pani dan berhamburan, mengira awan panas susulan kembali datang.

Kejadian itu terjadi pada Minggu (5/12) sekitar pukul 07.30 WIB. Warga trauma, pasalnya kawasan pemukiman warga di Dusun Renteng sudah dibanjiri dengan abu vulkanik kemarin malam.

Salah satu warga, Onie mengatakan, Dusun Renteng salah satu tempat yang paling terdampak. Hampir seluruh rumah di Dusun Renteng rusak dipenuhi dan abu vulkanik.

"Tadi pagi itu kejadian, kan keluar asap dari kejauhan dari sudut Gunung Semeru, warga mengiranya awan panas seperti kemarin. Karena di sini, ini dilewati awan panas kemarin," kata Onie.

Ternyata yang dilihat warga bukanlah awan panas. Dan warga segera kembali melihat permukimannya yang terendam abu vulkanik.

Menurut Onie, seluruh bangunan termasuk banyak truk penambang pasir di Dusun Renteng terkena banjir lahar dingin. Akibatnya, banyak warga yang terluka bakar, bahkan ada yang meninggal.

"Dari pagi tadi ketemu jenazah, baru aja juga ada lagi, badannya udah kaku karena ada di rumah yang separuhnya berisi awan panas dan sudah mengering," terangnya.

Saat ini, kata Onie, warga Dusun Renteng banyak yang mengungsi. Karena, rumah warga rusak, dan risiko terjadinya banjir lahar panas susulan.

"Ada yang ngungsi di Balai Kecamatan di Candipuro, ada yang di rumahnya warga lain, yang selamat gak dilewati awan panas," terangnya.

Gunung Semeru di Lumajang, erupsi pada Sabtu (4/12) pukul 15.00 WIB. Warga sekitar Gunung Semeru berlarian panik berusaha menghindari gumpalan awan. Permukiman terdampak gelap gulita karena listrik mati.

Hingga saat ini terdapat 13 korban jiwa, 98 korban luka, dan dua di antaranya ibu hamil. Petugas dan relawan terus mencari korban lain di wilayah terdampak.

(iwd/iwd)