Semeru Meletus, Banyuwangi Berpotensi Terdampak Hujan Abu Tipis

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 10:16 WIB
bmkg banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Gunung Semeru di Lumajang, mengalami erupsi. Letusan yang disusul dengan lontaran debu vulkanik pun terjadi. Tidak menutup kemungkinan, beberapa Kabupaten tetangga seperti Banyuwangi berpotensi terdampak abu vulkanik akibat erupsi Semeru.

"Sementara masih menjauh dari Banyuwangi. Potensi (Terdampak) itu ada tapi tergantung letusannya juga. Kalau cuman sekali kemungkinan selesai," kata Prakiraan BMKG Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro, Minggu (5/12/2021).

Meski berpotensi, menurut Gigik, tidak kemudian langsung bisa dipastikan abu vulkanik Semeru bakal tiba di Banyuwangi begitu saja.

"Meskipun arah angin menuju ke Banyuwangi, tapi tidak begitu saja bisa disimpulkan. Faktor ketinggian ketebalan abu dan kecepatan angin juga berpengaruh," katanya.

Dari pengamatannya, arah angin di Banyuwangi dan sekitarnya cenderung berhembus ke arah barat hingga barat daya. Angin berhembus dengan kecepatan antara 5 - 50 Km/Jam.

"Secara umum tiap lapisan mengarah ke barat daya. Untuk besok juga masih sama. Kita menganalisis dampak abu vulkanik ini berdasarkan update dari pusat vulkanologi juga," jelasnya.

BMKG sendiri mencatat, pada 1 Desember 2020 lalu, dampak erupsi Gunung Semeru juga dirasakan masyarakat di Banyuwangi. Sebaran abu tipis sempat dikeluhkan sejumlah orang.

Untuk masyarakat di Banyuwangi sendiri, terutama bagi yang mengendarai motor, BMKG Banyuwangi mengimbau agar senantiasa memantau informasi terkini terkait sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Semeru.

"Debu kan bisa melebar kemana-mana. Hendaknya masyarakat terus memantau informasi terkini. Kaca helm dan masker sebaiknya selalu dipakai," katanya.

Sebelumnya, Gunung Semeru erupsi sekitar pukul 14.47 WIB. Warga berlarian menyelamatkan diri. Beberapa desa yang terdampak awan panas Gunung Semeru, yakni Kecamatan Pronojiwo meliputi Desa Curah Kobokan dan Desa Supiturang. Serta Kecamatan Candipuro meliputi Desa Sumberwuluh.

Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menyebut 12 orang meninggal di kawasan Curah Kobokan. 41 Korban mengalami luka bakar lahar panas, 2 di antaranya ibu hamil yang mengandung usia 8 dan 9 bulan. Mereka dirawat di Puskesmas dan RS untuk perawatan intensif. Rata-rata korban mengalami luka bakar di wajah, tangan, kaki hingga sekujur tubuhnya.

Simak Video 'Wajah-wajah Pilu Korban Erupsi Gunung Semeru':

[Gambas:Video 20detik]




(fat/fat)