Gus Ipul Sebut Surat Rapat Gabungan PBNU Tak Sah

Muhajir Arifin - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 00:46 WIB
Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, surat ajakan rapat gabungan yang dikirimkan Ketua Umum PBNU tidak sah. Itu karena dalam surat tidak ada tanda tangan Rais Aam dan Katib Aam.
Surat rapat gabungan PBNU/Foto: Istimewa
Pasuruan -

Ketua PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, surat ajakan rapat gabungan yang dikirimkan Ketua Umum PBNU tidak sah. Itu karena dalam surat tidak ada tanda tangan Rais Aam dan Katib Aam.

"Rapat gabungan Tanfidziyah dan Syuriah harus tanda tangan lengkap Rais Aam, Katib Aam, Ketum dan Sekjen," kata Gus Ipul, Sabtu (4/12/2021).

Pernyataan Gus Ipul ini sekaligus menanggapi surat undangan rapat gabungan dari Ketua Umum PBNU kepada Rais Aam, untuk bersama-sama menggelar rapat harian syuriyah dan tanfidziyah PBNU. Termasuk membahas mengenai jadwal penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU di Lampung. Rapat harian syuriyah dan harian tanfidizyah itu diusulkan digelar pada Selasa (7/12).

Menurut Gus Ipul, undangan itu juga janggal karena dibarengi narasi dari Sekjen PBNU yang lantas di-broadcast lewat whatsApp grup. Undangan itu, disebut Gus Ipul, terlambat.

"Selain tak sah, undangan ini juga sudah sangat terlambat. Waktunya sangat mepet. Dua minggu lalu sudah diajak rapat resmi Ketum dan Sekjen hanya datang sehari dan hari berikutnya malah ndak datang dengan alasan tak jelas," ujar Gus Ipul.

Sekadar diketahui, rapat resmi gabungan Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekjen PBNU sebenarnya sudah digelar pada Rabu (24/11). Saat itu Rais Aam, Katib Aam, Ketum dan Sekjen duduk bersama namun tidak berhasil menyepakati tanggal Muktamar.

Rapat kemudian disepakati untuk dilanjutkan pada Kamis (25/11). Namun hanya Rais Aam dan Katib Aam yang hadir dan datang tepat waktu. Tapi Ketum dan Sekjen PBNU tidak datang.

Simak juga 'Forum Silaturrahim Klaim Said Aqil Didukung 64 Persen Pengurus PBNU':

[Gambas:Video 20detik]