Gus Ipul Ungkap Mandataris Muktamar Habis, 80 Persen PWNU Setuju Regenerasi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 21:40 WIB
Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Gus Ipul (Foto file: Muhajir Arifin/detikcom)
Surabaya -

Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut mandataris muktamar berakhir sejak pertengahan 2020 Gus Ipul mengaku kepengurusan PBNU saat ini sejatinya bukanlah mandataris muktamar.

"Kalau ada yang masih ngomong mandataris muktamar itu kekeliruan yang perlu dikoreksi. Yang benar kepengurusan perpanjangan yang diputuskan Konbes (Konferensi besar) PBNU. Mandataris muktamar telah habis masa jabatannya," kata Gus Ipul usai mengikuti zoom persiapan Muktamar bersama puluhan Ketua Wilayah NU se-Indonesia, Kamis (2/12/2021).

Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul karena masih ada yang mempertanyakan keabsahan mandataris muktamar. Padahal, sesuai AD/ART organisasi, jabatan tertinggi di NU adalah jajaran syuriah. Yang dikomandani Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar.

"Ingat mandataris Muktamar Jombang berakhir tahun 2020. Kepengurusan sekarang itu perpanjangan karena PBNU gagal menggelar Muktamar 2020," tambah Gus Ipul.

Sekadar diketahui, kepengurusan PBNU hasil Muktamar Jombang harusnya berakhir pada Oktober 2020. Namun karena pandemi, Munas dan Konbes Alim Ulama tahun 2020 memutuskan untuk memundurkan Muktamar pada Oktober 2021.

Dengan pengunduran ini, artinya kepengurusan PBNU hasil Muktamar juga berakhir dan Konbes NU memutuskan untuk memperpanjang kepengurusan. Artinya kepengurusan yang sekarang merupakan mandataris Konbes NU.

Setelah diundur hingga Oktober 2021, sayangnya PBNU tidak siap menggelar Muktamar. Lalu, hasil Munas-Konbes memundurkan lagi Muktamar hingga 23 sampai 25 Desember 2021.

Hingga kini, PBNU belum memutuskan apakah jadi menggelar muktamar atau tidak. Apa lagi pemerintah sudah memastikan akan menerapkan PPKM level 3 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

"Ada yang ingin menunda-nunda muktamar," kata Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan untuk membahas kapan pelaksanaan muktamar, sebenarnya sudah disepakati untuk duduk bersama antara Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekjen PBNU.