Aksi Borong di Pasar Larangan Sidoarjo untuk Bangkitkan Perekonomian

Suparno - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 22:40 WIB
Pandemi COVID-19 memukul sektor ekonomi. Menurunnya daya beli masyarakat berdampak langsung ke pasar tradisional di Sidoarjo.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro belanja di Pasar Larangan/Foto: Suparno
Sidoarjo -

Pandemi COVID-19 memukul sektor ekonomi. Menurunnya daya beli masyarakat berdampak langsung ke pasar tradisional di Sidoarjo.

Kini perekonomian mulai bangkit. Aktivitas di pasar tradisional pun mulai kembali normal. Seperti saat Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo Wahyu Bintoro mengunjungi Pasar Larangan di Kecamatan Candi.

Ia mengatakan, hari ini pihaknya bersama media melakukan jalan sehat, serta melakukan kegiatan belanja di pasar tradisional. Dengan harapan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di pasar tradisional. Perlu kita ketahui, banyak masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 terutama pasar tradisional.

"Kami bersama-sama rekan media Sidoarjo mengadakan jalan sehat, sambil belanja di Pasar Larangan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat akibat dampak dari pandemi," ujar Kusumo di Pasar Larangan, Sabtu (4/12/2021).

Pada kesempatan ini, ia didampingi PJU Polresta Sidoarjo dan Pewarta Sidoarjo. Mereka jalan kaki dari Mapolresta Sidoarjo hingga Pasar Larangan. Sambil membagikan masker gratis dan membeli beberapa produk UMKM.

"Kita juga membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Kita giatkan belanja di pasar tradisional untuk mengangkat kembali perekonomian masyarakat, jelas Kusumo.

Tak hanya memborong produk UMKM, Polresta Sidoarjo membagikan sembako dan menyediakan vaksinasi bagi masyarakat yang belum vaksin. Satu unit bus vaksin dan satu unit mobil vaksin mobile dikerahkan untuk melakukan vaksinasi. Selama kegiatan, Kapolresta Sidoarjo dan rombongan juga tak bosan memberikan imbauan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan mengingat adanya varian baru dari virus COVID-19, yakni varian Omnicron.

"Alhamdulillah, kita di Kabupaten Sidoarjo dapat mengendalikan penyebaran COVID-19 ini. Tapi kita masih harus tetap waspada, karena varian baru virus Omicron sudah sampai di negara tetangga," terang Kusumo.

Siti Fadillah (31), salah satu pedagang prancangan di Pasar Larangan mengaku senang dengan kegiatan polisi di Sidoarjo. Karena selama pandemi jarang pembeli yang belanja di pasar tradisional.

"Alhamdulillah dagangan diborong. Saya mengucapkan terima kasih ke bapak polisi," kata Siti.

Hal yang sama disampaikan oleh Wahyuni (32), pedagang lainnya. Ia mengatakan, apa yang dilakukan oleh polisi merupakan kegiatan yang sangat membantu pedagang. Karena selama pandemi omzet pedagang menurun drastis.

"Selama pandemi kami tidak pernah mendapatkan untung dari penjualan ini. Mulai Bulan September penjualnya mulai meningkat, dengan kegiatan yang dilakukan oleh polisi kami bersama dengan pedagang yang lain sangat bersyukur," pungkas Wahyuni.

(sun/bdh)