Pasutri Sumenep yang Nanti Anak 21 Tahun Akan Tanam Embryo Lagi Tahun Depan

Esti Widiyana - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 08:30 WIB
Menanti Anak Selama 21 Tahun, Pasutri Sumenep Rencana Tanam Embryo Lagi Tahun Depan
Pasutri ini akan tanam embrio lagi (Foto: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

Masih ingat pasutri asal Sumenep, Madura, Somidi (51) dan Su'udiyah (44) yang menanti buah hati selama 21 tahun? Keduanya telah dikaruniai satu anak. Namun, pasutri ini berencana melakukan program bayi tabung dengan menanam embrio lagi tahun 2022.

Dokter yang menangani pasutri ini, dr Benediktus Arifin MPH SpOG, mengatakan, Su'udiyah dan Somidi masih memiliki satu embrio. Ini merupakan harapan untuk keduanya memiliki buah hati lagi.

"Iya benar, berniat hamil lagi. Karena masih ada 1 embrio lagi," kata dr Ben sapaan akrabnya kepada detikcom, Jumat (3/12/2021).

Ia menyarankan, agar penanaman embrio bisa dilakukan tahun depan. Hal ini mengingat usia Su'udiyah yang sudah 45 tahun.

"Saya sarankan tahun depan, tapi masih dipertimbangkan oleh keduanya. Karena usia 45 tahun, jadi sebaiknya tidak lama menunda," jelasnya.

Meski usianya sudah 45 tahun, dr Ben mengatakan tidak ada kendala pada pasutri tersebut. Sebab, Su'udiyah tidak terkendala penyakit.

Baca juga: Cerita Pasutri Asal Sumenep Menanti Buah Hati hingga 21 Tahun

"Sejauh ini tidak ada penyakit lainnya (yang menjadi kendala)," ujarnya.

Diketahui, usia pernikahan mereka memasuki 21 tahun pada tahun 2020. Dan buah hati pertamanya lahir pada 1 Desember 2020 hingga kini sudah berusia 1 tahun. Pasutri ini melakukan program bayi tabung di MorulaIVF Surabaya.

Sebelum melakukan bayi tabung di MorulaIVF Surabaya, Somidi dan istrinya sudah mencoba berbagai pengobatan dari herbal hingga medis, dari satu dokter ke dokter lainnya. Namun Tuhan masih belum memberikan momongan.

Dan sebelum melakukan penanaman embrio, Su'udiyah harus melakukan operasi pengangkatan kista pada rahimnya terlebih dahulu. Akhirnya dua embrio berhasil ditanam. Kabar baiknya, salah satu embrionya menjadi bayi yang diberi nama Aisyah.

Saat datang ke MorulaIVF Surabaya dan bertemu dokter, dia pun mengikuti apa yang disarankan dokter. Sebab dia tak setengah-setengah untuk mendapatkan momongan.

"Saya melakukan apapun yang terbaik untuk saya dan istri, yang dilarang tidak saya lakukan karena keinginan kuat saya dalam bayi tabung," ujar Somidi.

(fat/fat)