Namanya Dicatut untuk Bansos, Puluhan Disabilitas di Surabaya Lapor ke Polisi

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 20:43 WIB
penyandang disabilitas
Para penyandang disabilitas yang melapor ke Polrestabes Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya - Puluhan penyandang disabilitas melaporkan dugaan pencatutan nama mereka dalam pengajuan bantuan sosial. Mereka membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya.

Salah satu pelapor dari komunitas Disabel Motorcycle Indonesia (DMI), Endro mengatakan, ia mendapati namanya dicatut dalam kegiatan penerimaan bansos di Jalan Kaca Piring, Surabaya. Padahal, Endro mengaku tidak diundang dalam acara tersebut.

"Awal mulanya diketahui ada bantuan bansos di Kaca Piring, (teman disabilitas) ternyata kok saya tidak dapat undangan, padahal di situ ada tercantum nama saya dan tanpa dikonfirmasi," kata Endro kepada wartawan di Polrestabes Surabaya Jalan Sikatan Surabaya, Kamis(2/11/2021).

Endro pun mendatangi lokasi untuk memastikan. Ternyata benar namanya tercantum sebagai salah satu penerima bantuan. Namun, bantuan yang diajukan tidak sesuai dengan kebutuhannya sebagai penyandang disabilitas.

"Kelihatan di situ ada pembagian bansos, saya kok nggak diundang, nggak dapat kan gitu. (Nama) tercantum, untuk bantuan kursi roda, padahal saya kan disabel tangan, kan nggak mungkin," lanjut Endro.

Saat itu, Endro menyebut sempat dimintai data dan KTP oleh salah satu penyelenggara. Hal ini karena namanya dicantumkan dalam penerimaan bantuan pencairan modal. Namun penyelenggara tidak menyebut kapan bantuan akan dicairkan.

"Memang saat itu menawari bantuan buat modal, ngumpulin KTP, lama kok nggak cair-cair kok gimana, meskipun bukan bantuan modal, bantuan sembako kok saya nggak diundang," ungkap Endro.

Dengan adanya laporan ini, Endro berharap datanya tidak digunakan untuk pengajuan bantuan. Endro ingin kejadian ini tidak terulang kembali.

"Harapannya data saya tidak dipakai, istilah untuk pengajuan-pengajuan bansos," ujar Endro.

Dari informasi beberapa rekannya, Endro mengatakan peristiwa ini pernah terjadi sebelumnya. Dia pun menyayangkan jika hal ini terulang kembali.

"Korbannya sih banyak, saat ini yang terkumpul itu 10 (korban), kalau ditelusuri di Surabaya mungkin banyak. Setahu saya baru ini, tapi katanya teman-teman dulu pernah, tapi kok terulang lagi," tandas Endro.

Sementara itu, Kuasa Hukum pelapor dari LBH Disabilitas, Hari Kurniawan, mengatakan jika ada 10 orang yang namanya tercantum dalam kegiatan penerima manfaat.

"Ini adalah bentuk keberanian dari teman-teman penyandang disabilitas yang merasa dirugikan. Karena namanya tercatut dalam penerima manfaat, namun tidak ada sama sekali manfaat yang selama ini turun ke mereka atau nama-nama yang disebut," ungkap Hari.

"Harapan kami laporan ini bisa menjadi efek jera bagi siapa yang berbuat. Selain itu juga laporan ini bisa diproses hukum agar menjadi pembelajaran buat ke depannya," lanjutnya.

Hari mengungkapkan kedatangannya ini untuk melaporkan salah satu organisasi yang menyelenggarakan acara di Jalan Kaca Piring, Sabtu (30/10).

Pelaporan dugaan penyalahgunaan data sudah masuk ke SPKT Polrestabes Surabaya. Namun, diakui Hari jika berkas pelaporannya belum lengkap, sehingga harus kembali besok, Jumat (3/12/2021).

"Kami tadi memang kelupaan tidak membawa berkas pernyataan dari 10 pelapor. Tapi pelaporan ini sudah diterima, besok kami dari LBH Disabilitas Jatim yang akan menyerahkan," tandas Hari. (iwd/iwd)