Kemendikbudristek Gelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 02 Des 2021 16:45 WIB
Kemendikbudristek Gelar Peringatan Hari Disablitas Internasional di Banyuwangi
Penyandang disabillitas Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Kemendikbudristek menggelar workshop 'Intervensi Dini Untuk Anak Cerebral Palsy' di Banyuwangi. Kegiatan bertajuk Festival I'm In tersebut memperingati Hari Disabilitas Internasional 3 Desember. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, membuka langsung workshop tersebut melalui sambungan seluler.

Hadir dalam kegiatan, Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa (P4TK TK dan PLB) Kemendikbudristek, Abu Khaer; Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Provinsi Jatim, Dr. Suhartono; Founder Global Village Fundation, Andy Bracey; dan segenap jajaran OPD terkait di lingkup Pemkab Banyuwangi.

Kepala Pusat P4TK TK dan PLB, Abu Khaer, mengatakan, Kemendikbudristek menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional untuk meningkatkan pemahaman para orang tua, guru, dan masyarakat bagaimana memberikan intervensi dini terhadap anak cerebral palsy agar mereka bisa tumbuh berkembang, serta mampu mencapai kemampuan fungsionalnya secara optimal.

"Sehingga mereka bisa lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain," kata Khaer kepada wartawan, Kamis (2/12/2021).

"Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya mewujudkan ekosistem yang nyaman tanpa diskriminasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus, utamanya anak cerebral palsy," imbuhnya.

Khaer menjelasan, dipilihnya Banyuwangi bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, Banyuwangi memiliki relawan disabilitas yang aktif, serta memiliki jaringan yang cukup luas. Kinerja sekolah luar biasa (SLB) di daerah ini juga dinilai baik dalam membantu meningkatkan kapasitas dan kemandirian anak didiknya.

"Inilah alasan kami memilih Banyuwangi sebagai salah satu lokasi kegiatan. Ini sekaligus sebagai motivasi untuk para relawan dan guru yang selama ini bekerja sepenuh hati melayani dan mendampingi para penyandang disabilitas. Khususnya anak-anak cerebral palsy," ujar Khaer.